-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



JejakInfo.id – Personil Tim Gakkum Polda Maluku melakukan penggerebekan terhadap beberapa oknum Juru Parkir (Jukir) dan penjaga toilet gedung baru Pasar Mardika, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Peristiwa ini terjadi sehari menjelang kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Informasi yang diterima JejakInfo.id, peristiwa penggerebekan terjadi sekira Pukul 01.31 WIT, Senin (13/10), dini hari, dimana personil Tim Gakkum Polda Maluku yang berjumlah 13 orang sementara bertugas di Pasar Mardika.
Melihat gerak gerik beberapa pemuda yang diduga petugas pengelola parkir dan toilet asal CV Kibas Halawan, yang dimiliki Husnaini Marasabessy, orang kepercayaan Sam Atamimi, ponakan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath.
Mencurigai aksi mereka, salah satu petugas Gakkum Polda Maluku langsung melakukan penyergapan. Karena sendiri, ia tidak mampu melawan jumlah para pelaku yang lebih dari satu.
Adu mulut tak terhindari, berujung terjadi perkelahian antara para pelaku dan petugas. Alhasil, mereka, para pelaku, berhasil kabur. Sayangnya, barang bukti yang ditinggalkan berhasil diamankan petugas.
Indentitas pelaku yang berhasil dikantongi lewat tanda pengenal inisial AU, yang adalah anggota Tim Transisi Penataan Pasar Mardika yang dibentuk oleh mantan Plh Kadis Perindag Ahmad Jays Ely dan salah satu petugas parkiran berinisial MT.
Selain itu, para pelaku yang telah kabur juga meninggalkan kendaraan pribadi roda dua merk Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi DE 6255 NJ dan ID Card.
Namun motor yang masih berada di TKP diduga milik komplotan berhasil diambil dengan kunci serep. Sebab kunci motor, menurut informasi berhasil disita petugas.
Alat isap Sabu-Sabu, satu buah handphone, empat buah korek api gas, dan uang pecahan Rp50 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu beberapa lembar, dan sejumlah uang logam.
Barang bukti berupa uang pecahan itu merupakan hasil pungutan parkiran dan toilet yang diduga dipakai untuk membeli Narkotika jenis Sabu-Sabu.
Petugas masih menyelidiki keberadaan para pelaku dari indentitas yang ditemukan, baik barang bukti maupun rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang berada di ruang kontrol gedung baru Pasar Mardika.
Ironisnya, insiden ini terjadi di depan pos jaga anggota Kodim 1504, yang malam itu bertugas menjaga Serka AS.
Sementara itu, informasi yang diterima lokasi gedung baru Pasar Mardika, selain lokasi pesta Narkoba, juga sering dijadikan tempat perjudian dan prostitusi.
Tidak ada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas menjaga aset daerah di Pasar Mardika, sehingga tindakan kriminal itu sering terjadi.
Atas insiden ini, maka butuh keseriusan dan tindakan tegas dari Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Pasalnya, kejadian-kejadian seperti ini sering terjadi di lokasi dan areal gedung baru Pasar Mardika. (tim)





