-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




By.
Renno L. Z. Patty, S.I.Kom
(Ketua Bidang Organisasi BPC GMKI Ambon 2023–2025)
PERJALANAN GMKI Cabang Ambon selama 68 tahun merupakan refleksi panjang tentang peran organisasi mahasiswa Kristen dalam membangun iman, intelektualitas, dan kepedulian sosial.
Dies Natalis ke-68 dengan tema “68 Tahun Karunia Allah yang Ajaib dalam Ziarahnya” menjadi momen penting untuk meninjau kembali strategi dan dampak GMKI bagi kader dan masyarakat Kota Ambon maupun Maluku.
Kota Ambon saat ini menghadapi beberapa persoalan sosial yang nyata seperti kemiskinan dan pengangguran yang tinggi, ketimpangan akses pendidikan dan kesehatan, masalah kesehatan masyarakat, migrasi dan integrasi sosial, serta keterbatasan akses kelompok rentan seperti anak jalanan dan penyandang disabilitas. Fenomena ini menuntut organisasi mahasiswa tidak hanya bergerak di internal, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan komunikasi yang transformatif dan inklusif.
Sebagai gereja tersamar/incognito, GMKI Cabang Ambon menerjemahkan iman Kristen ke dalam aksi nyata di masyarakat. Program yang dibuat kedepannya harus menyasar ke kader dan masyarakat serta tidak bersifat formalitas, tetapi harus dibuat semacam laboratorium praktik bagi kader untuk belajar, mengajar, dan mengadvokasi perubahan sosial.
Secara pribadi, saya berpikir GMKI harus hadir turun membuat pembuktian kongkrit yang dirasakan oleh masyarakat. Seperti contoh GMKI Mengajar dapat diejewantahkan langsung guna memberikan dampak pada anak-anak desa pesisir, mereka tidak hanya menerima ilmu, tetapi juga belajar nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial. Sekolah Maritim Mahasiswa mempersiapkan kader untuk memahami isu kelautan dan perikanan secara praktis, sambil membangun kesadaran ekologis. Sekolah Teologi Perempuan menjadi ruang refleksi dan penguatan kepemimpinan bagi kader perempuan agar berani mengambil peran strategis dalam pelayanan dan masyarakat.
Jika kita menggunakan pendekatan ilmu komunikasi, kita dapat meminjam teori-teori para ahli untuk memunculkan ide-ide kreatif gerakan yang diwujudkan dalam tindakan nyata, antara lain:
Bagi kader GMKI, tantangan utama adalah menginternalisasi nilai Siwabessy 26 Connection seperti membangun jejaring, melaksanakan pelayanan berbasis iman dan ilmu, serta menjadi mediator dialog lintas generasi dan komunitas. Kader diharapkan tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga kreatif, kritis, dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.
Bagi masyarakat Kota Ambon dan Maluku, GMKI hadir untuk menjawab persoalan nyata:
> Ekonomi: Pelatihan keterampilan, inkubasi usaha sosial, dan koperasi kader berbasis digital untuk inklusi ekonomi.
> Pendidikan: Kelas tambahan, literasi digital, dan forum intelektual untuk mengurangi ketimpangan akses pendidikan.
> Kesehatan: Kampanye kesehatan masyarakat, pendampingan gizi, dan kolaborasi dengan puskesmas atau lembaga sosial.
> Integrasi Sosial: Forum dialog lintas komunitas, kegiatan inklusi untuk pendatang baru dan warga lama.
> Kelompok Rentan: Sekolah alternatif, advokasi disabilitas, dan pendampingan anak jalanan serta perempuan di desa pesisir/pedalaman.
Dies Natalis ke-68 GMKI Cabang Ambon bukan hanya momen peringatan sejarah, tetapi refleksi strategis dan taktis bagi kader dan masyarakat. Dengan menerapkan prinsip komunikasi Habermas, jaringan sosial (network communication), dan komunikasi transformatif, GMKI mampu membangun kesadaran kolektif, memberdayakan masyarakat, dan mendukung Ambon serta Maluku menjadi wilayah inklusif, produktif, dan harmonis.
Siwabessy 26 Connection bagi saya bukan sekadar slogan, tetapi etos berpikir dan bertindak guna menghubungkan iman, ilmu, dan pelayanan dalam aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat luas. Selama kader GMKI mampu menginternalisasi nilai ini, organisasi akan terus relevan, inovatif, dan menjadi agen perubahan sosial di Kota Ambon dan Maluku.
Terakhir, saya berharap tulisan ini dapat menjadi refleksi dan inspirasi bagi seluruh kader GMKI Cabang Ambon untuk terus meneguhkan peran kita sebagai agen perubahan di masyarakat. Semoga setiap langkah strategis dan taktis yang kita ambil melalui semangat UT OMNES UNUM SINT dapat mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan kepedulian sosial, dan meneguhkan semangat pelayanan. Selamat ulang tahun ke-68 GMKI Cabang Ambon! Teruslah menjadi cahaya yang mencerahkan, ruang dialog yang kritis, dan gerakan yang transformatif bagi Ambon, Maluku, dan bangsa ini. (*)



