-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id – Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah ke kampus. Di Universitas Pattimura (Unpatti), ribuan mahasiswa baru dihadapkan pada satu tuntutan utama: mampu mengelola masa depan akademiknya sendiri.
Pesan itu disampaikan Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (27/8/2026), di Lantai II Aula Rektorat Unpatti.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa. Kegiatan PKKMB berlangsung selama 27 Agustus hingga 7 September 2026, dengan pelaksanaan secara hybrid, menggabungkan kehadiran langsung dan daring.
Di hadapan mahasiswa baru, Prof Fredy menitipkan empat hal yang menurutnya menjadi bekal penting untuk memulai perjalanan pendidikan di perguruan tinggi.
“Pertama, harus punya motivasi yang kuat untuk bisa belajar menempuh pendidikan. Kedua, kejarlah informasi seluas mungkin sehingga informasi yang terbuka saat ini bisa Anda kuasai. Ketiga, harus bisa berkompetisi, dan yang keempat, harus punya strategi belajar yang baik,” tegasnya.
Menurut Prof Fredy, kehidupan di perguruan tinggi memberikan ruang kebebasan yang jauh lebih besar kepada mahasiswa. Dosen tetap memiliki peran untuk membimbing, mengarahkan, dan mendidik, tetapi keberhasilan akademik pada akhirnya sangat bergantung pada kemauan mahasiswa itu sendiri.
“Dosen akan membimbing, mengarahkan, dan mendidik, tetapi yang menentukan keberhasilan Anda adalah Anda sendiri,” ujarnya.
Tahun akademik 2026/2027 menjadi salah satu momentum besar bagi Unpatti. Melalui berbagai jalur penerimaan, mulai dari seleksi prestasi, UTBK-SNBT, hingga jalur mandiri dan RPL, Unpatti menerima 5.846 mahasiswa program sarjana yang tersebar di sembilan fakultas.
Sementara itu, program pascasarjana juga menerima sekitar 400 mahasiswa. Dengan demikian, jumlah mahasiswa baru yang diterima Unpatti pada jenjang S1, S2, dan S3 mencapai sekitar 6.000 orang.
Besarnya jumlah peserta menjadi salah satu alasan PKKMB tahun ini tidak mungkin seluruhnya digelar dalam satu ruangan.
Prof Fredy mengatakan tidak ada gedung di lingkungan Unpatti yang mampu menampung seluruh mahasiswa baru tersebut. Bahkan Auditorium Unpatti hanya mampu menampung sekitar 3.000 orang apabila balkon dan lantai pertama digunakan.
Karena itu, pelaksanaan PKKMB dilakukan dengan pola hybrid agar seluruh mahasiswa tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan.
“Mari mengikuti kegiatan ini dengan baik, baik yang hadir secara langsung melalui luring hari ini maupun melalui daring. Kita akhirnya menempuh dua cara atau hybrid learning antara daring dan luring,” katanya.
Teknologi Jadi Tantangan Sekaligus Peluang
Ketua Panitia PKKMB, Nil Maitimu, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni penyambutan mahasiswa baru. PKKMB dirancang sebagai pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan akademik dan nonakademik di Unpatti.
Menurutnya, mahasiswa baru perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai sistem pendidikan sekaligus memahami berbagai tantangan yang mungkin mereka hadapi selama menjalani kehidupan kampus.
“PKKMB juga diharapkan dapat menjadi penyadaran akan adanya hal-hal yang dapat menghambat kehidupan mahasiswa baru,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, Unpatti melihat mahasiswa generasi baru memiliki tantangan sekaligus peluang yang berbeda.
Pemanfaatan teknologi, kata Nil, dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran maupun mendukung berbagai aktivitas kemahasiswaan.
“Mahasiswa baru saat ini sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya.
Ribuan Peserta Ikuti Secara Daring
PKKMB tahun ini diikuti 5.592 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 200 mahasiswa mengikuti kegiatan secara langsung, sementara 5.392 peserta mengikuti melalui akun Zoom dan siaran langsung YouTube.
Peserta berasal dari berbagai fakultas dengan jumlah yang cukup beragam. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi penyumbang peserta terbesar dengan 1.454 mahasiswa, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis 848 orang, Fakultas Teknik 705 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 589 orang, Fakultas Hukum 587 orang, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 570 orang.
Selain itu, Fakultas Kedokteran diikuti 207 mahasiswa, Fakultas Pertanian 204 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 133 orang, serta PSDKU sebanyak 295 orang.
Terdapat pula sekitar 1.000 peserta dari tahun sebelumnya yang belum lulus dan kembali mengikuti kegiatan melalui Zoom.
Pembukaan PKKMB turut dihadiri para dekan dan wakil dekan fakultas, Direktur Pascasarjana, para kepala biro, Koordinator PSDKU Kabupaten Kepulauan Aru, Koordinator PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya, serta sejumlah undangan lainnya.
Bagi ribuan mahasiswa baru tersebut, PKKMB bukan sekadar awal mengenal kampus. Di balik rangkaian kegiatan itu, ada pesan Rektor yang menjadi bekal pertama: miliki motivasi, kuasai informasi, berani berkompetisi, dan temukan strategi belajar yang tepat. (ji6)

