Dua Komisaris Bank Maluku-Maluku Utara yang baru: Ichwan (kiri) dan Maichel Papilaya (kanan) berpose dengan Direktur Utama Syahrisal Imbar (kedua dari kiri) usai RUPS-LB yang berlangsung di GiiA Hotel, Jakarta, Rabu (12/11). (Ist)

RUPS Bank Maluku-Malut di Jakarta: Pimpinan Baru, Gedung Baru, dan Laba Meroket

537

Jakarta, JejakInfo.id — Setelah penantian panjang, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Maluku-Maluku Utara akhirnya digelar di ballroom elegan GiiA Hotel Jakarta, Rabu (12/11). 

Suasana tertutup selama dua jam itu menjadi panggung penting bagi masa depan bank kebanggaan daerah tersebut.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), bersama jajaran Direksi dan Komisaris Utama Bank Maluku-Malut, dihadiri para pemegang saham dari seluruh kabupaten dan kota se-Maluku dan Maluku Utara. 

Meski dua bupati — Benjamin Thomas Noach (Maluku Barat Daya) dan Ricky Jauwerissa (Kepulauan Tanimbar) absen tanpa keterangan jelas, rapat tetap berjalan lancar dan menghasilkan sejumlah keputusan strategis.

RUPS-LB menetapkan Inggrid Sahusilawane sebagai salah satu Direktur Bank Maluku-Malut yang baru. Sementara Ichwan dipercaya menjadi Komisaris Independen, dan Maichel Papilaya mengisi posisi Komisaris. Ketiganya langsung bergabung dalam rapat perdana tersebut, menandai era baru kepemimpinan bank plat merah di Maluku-Malut.

Salah satu keputusan besar lainnya adalah pembangunan kantor pusat baru Bank Maluku-Malut. Para pemegang saham sepakat, gedung lama yang telah berusia puluhan tahun tak lagi representatif untuk mendukung perkembangan pesat bank tersebut.

“Kondisi gedung yang ada sudah tidak memenuhi syarat lagi. Karena itu, RUPS menyetujui pembangunan kantor pusat baru yang lebih modern dan layak,” ujar Gubernur Lewerissa usai rapat.

Rapat juga menyetujui langkah strategis untuk mengakomodasi Bank DKI sebagai pemegang saham pengendali kedua, sesuai kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) yang telah disepakati kedua pihak. Namun, keputusan final masih menunggu lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Begitu OJK menyetujui, otomatis Bank DKI menjadi bagian dari keluarga besar Bank Maluku-Malut,” tegas Gubernur.

Laba Bank Meroket, Jadi Kebanggaan Daerah

Kabar menggembirakan datang dari laporan manajemen: laba Bank Maluku-Malut tahun anggaran 2025 melonjak tajam dibanding 2024.

“Kinerja ini luar biasa. Di tengah situasi ekonomi global dan nasional yang lesu, Bank Maluku-Malut justru tumbuh. Kita patut berbangga,” ucap Gubernur dengan senyum lebar.

Dalam rapat yang sama, para pemegang saham juga menyetujui penyesuaian gaji, tunjangan, dan jasa produksi bagi seluruh jajaran.

Karyawan dan direksi mendapat kabar gembira. Jasa produksi naik hingga 15 persen. Namun, demi keseimbangan keuangan dan semangat pengabdian, gaji dan tunjangan komisaris justru dipangkas sedikit.

“Para komisaris menerima keputusan itu dengan lapang dada. Ini langkah bijak di tengah kondisi ekonomi sekarang,” ujar Gubernur menutup pernyataannya.

Dengan komposisi baru, gedung baru, dan laba yang terus menanjak, Bank Maluku-Malut kini menatap masa depan dengan optimisme tinggi, membawa semangat baru bagi ekonomi daerah dari Maluku hingga Maluku Utara. (ji1)