Pelepasan balon gas oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, bersama Forkopimda di tugu Landmark, Langgur. (Foto: Humas Malra)

Semarak Goyang Kreasi Meti Kei 2025 Warnai Langit Langgur

148

Langgur, JejakInfo.id — Dentuman musik dan sorak penonton menggema di Taman Landmark Kota Langgur, Senin (20/10), saat ratusan penari menari penuh semangat dalam Lomba Goyang Kreasi Meti Kei 2025.

Ajang ini menandai dimulainya Festival Pesona Meti Kei (FPMK), pesta budaya kebanggaan masyarakat Maluku Tenggara.

Tahun ini, panggung FPMK terasa lebih berwarna. Sebanyak 72 regu — terdiri atas 36 tim dewasa dan 36 tim anak-remaja — tampil dalam harmoni gerak yang memadukan tradisi dan kreativitas modern.

Langkah kaki yang kompak, senyum yang merekah, serta irama khas Kei menjelma dalam sebuah perayaan kebersamaan yang hangat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan bahwa Festival Meti Kei bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan cerminan jati diri masyarakat Kei. Fenomena alam meti Kei — saat laut surut dan menyingkap hamparan pasir putih sejauh mata memandang — disebutnya sebagai simbol keindahan ciptaan Tuhan sekaligus lambang hubungan manusia dengan alam.

“Lomba Goyang Kreasi ini menjadi ruang bagi generasi muda dan masyarakat untuk mengekspresikan semangat kerja sama, persaudaraan, dan kegembiraan,” ujar Viali di hadapan ribuan penonton yang memadati area taman.

Menurutnya, Goyang Kreasi bukan sekadar tarian, melainkan representasi hidup dari kearifan lokal. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi di tengah derasnya arus modernisasi.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar mencintai budaya sendiri dan memperkuat identitas daerah,” tambahnya.

Pemerintah daerah pun memberikan apresiasi tinggi kepada para panitia dan peserta yang telah menunjukkan semangat gotong royong — semangat yang disebut Viali sebagai “denyut nadi kebudayaan Maluku Tenggara.”

Lebih jauh, Viali mengajak seluruh lapisan masyarakat, dari berbagai suku dan agama, menjadikan FPMK sebagai wadah mempererat tali persaudaraan dan kerukunan.

Festival Pesona Meti Kei kini telah menjelma menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti, bukan hanya oleh warga Kei, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen menjadikan festival ini sebagai jendela budaya dan pariwisata daerah.

“Mari kita jaga suasana festival ini tetap aman, tertib, dan penuh keakraban. Semoga seluruh rangkaian kegiatan FPMK 2025 berjalan sukses dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat Maluku Tenggara. Meti Kei, Meti ain ni ain!” tutup Viali penuh semangat. (ji4)