Gubernur Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H.,LL.M

Tren Positif Setahun Kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa: Dari Keraguan Menuju Keyakinan

154

Oleh:
Dr. M.J. Latuconsina, S.IP.,MA
(Staf Dosen Fisipol Universitas Pattimura)

"Optimisme adalah rasa percaya yang menuju ke arah pencapaian prestasi. Tidak ada yang dapat dilakukan tanpa harapan dan keyakinan." Kata-kata ini merupakan qoutes Helen Adams Keller (1880-1968), seorang penulis Amerika Serikat, yang pernah diganjar Oscar Award di tahun 1956 lampau. Qoutes itu relevan dengan optimisme dari Gubernur Provinsi Maluku Hendrik Lewerissa, S.H.,LL.M (HL), dimana ada rasa percaya diri darinya, untuk menuju pencapaian kinerjanya yang baik pemerintahannya di sepanjang tahun 2025.

Terlepas dari itu, terdapat warga masyarakat di Provinsi Maluku, yang sejak awal pesimis dengan kinerja Gubernur HL di sepanjang tahun 2025. Namun pada kenyataannya keraguan warga masyarakat Provinsi Maluku itu dijawab dengan kinerja yang memuaskan dari Gubernur HL. 

Kondisi ini memperlihatkan Gubernur HL tidak hanya "omon-omon" belaka, tapi sukses mewujudkan kinerjanya yang baik kepada warga masyarakat di daerah yang berjuluk seribu pulau ini.

Atas dasar itu, tentunya terdapat tren positif capaian kinerja dari Gubernur HL sepanjang tahun 2025. Hal ini dapat dilihat pada pidato refleksi akhir tahun atas perjalanan pemerintahan pada tahun pertamanya sejak dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Februari 2025. Pidato tersebut disampaikan menjelang pergantian tahun menuju 1 Januari 2026, yang dikutip penulis dari Biro Administrasi Pimpinan Setda Maluku (1/1/2026).

Gubernur HL menyampaikan sejumlah capaian positif dan lompatan signifikan, khususnya di sektor ekonomi dan tata kelola pemerintahan, selama kurang lebih 10 bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath (AV).

Berbagai program strategis nasional telah diimplementasikan secara bertahap di Provinsi Maluku. Program-program tersebut antara lain; Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, pengendalian inflasi, percepatan penurunan stunting, penyelesaian Bendungan Waiapu, pengembangan Maluku Integrated Port, hilirisasi sagu, serta pembangunan Coastal Road sebagai penguatan konektivitas wilayah kepulauan.

Perekonomian Maluku berada dalam sentimen positif. Saya optimistis tren pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan III tahun 2025 mencapai 4,31 persen, meningkat dibandingkan triwulan II yang berada pada angka 3,39 persen. Gubernur HL berharap pada triwulan IV dapat menembus angka 5 persen.

Selain pertumbuhan ekonomi makro, Pemerintah Provinsi Maluku juga mencatat penurunan angka kemiskinan serta keberhasilan dalam pengendalian inflasi. Tingkat kemiskinan menurun dari 15,78 persen pada September 2024 menjadi 15,38 persen pada Maret 2025. Sementara itu, inflasi tahunan (year on year) Maluku pada November 2025 tercatat sebesar 2,33 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,72 persen.

Capaian lain yang turut disampaikan adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku tahun 2025 menjadi 74,09 poin, yang menempatkan Maluku dalam kategori “tinggi”.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Gubernur HL memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat tetap aman. Berdasarkan neraca pangan daerah, stok bahan pangan di 11 kabupaten/kota di Maluku dinyatakan mencukupi dan aman hingga tiga bulan ke depan.

Gubernur HL juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat atas kontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban sepanjang tahun 2025. Dimana Maluku yang aman dan damai merupakan modal utama dalam pembangunan. Nilai-nilai pela gandong dan persaudaraan orang basudara harus terus kita rawat dan perkuat.

Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi Maluku juga meraih sejumlah pengakuan nasional atas perbaikan tata kelola pemerintahan, diantaranya; peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi, SPM Awards 2025, TPID Awards 2025, Anugerah Keterbukaan Informasi Publik, serta capaian Zona Hijau Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selanjutnya, dari tren positif capaian kinerja Gubernur HL di tahun 2025 itu, tentu masih terdapat sejumlah bidang yang perlu dibenahi dan ditingkatkan di tahun 2026. Hal ini dikarenakan aspek sumber daya (resources), yang determinen berupa: support anggaran, sumber daya manusia (SDM), dan support infrastruktur belum dioptimalkan. Begitu pula bidang yang perlu dibenahi dan ditingkatkan itu dilakukan secara gradual, yang disesuaikan dengan kapasitas sumber daya. Sehingga dapat tercapai dengan baik sesuai dengan ekspektasi warga masyarakat Maluku. Perbaikan harus dilakukan bertahap, menyesuaikan kapasitas daerah, tanpa kehilangan arah dan konsistensi.

Setahun pertama kepemimpinan Hendrik Lewerissa menunjukkan bahwa optimisme bukan sekadar retorika. Ia diuji oleh data, oleh stabilitas harga, oleh penurunan kemiskinan, dan oleh pembangunan yang mulai bergerak.

Bagi Maluku, 2025 adalah bab awal. Keraguan yang dulu mengemuka kini berhadapan dengan capaian yang mulai terukur. Tahun 2026 akan menjadi panggung pembuktian berikutnya: apakah tren positif ini mampu dijaga, bahkan dipercepat, demi kesejahteraan orang basudara di bumi raja-raja—"Par Maluku Pung Bae." (*)