-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




FENOMENA eksotik nampak terasa saat langkah kaki ini menyusuri jantung kota bertajuk manise, Sabtu (9/8), pagi.
Ratusan warga turun jalan, menikmati nuansa weekend di Lapangan Merdeka, Sirimau, Kota Ambon.
Di depan monumen Gong Perdamaian Dunia (GPD), nampak berkumpul para pegiat otomotif.
Kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat berjejeran. Ternyata ada event wisata rally yang akan dibuka dan dilepas oleh Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath.
Di seberang jalan, tepatnya depan tribun lapangan merdeka nampak berbaris ratusan warga menyaksikan event olahraga otomotif yang digagas Ambonnese Creative Moto Club memperebutkan trophy Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.
Sungguh menakjubkan ketika memandang ke atasnya. Tribun Lapangan Merdeka telah disulap bak alam hutan tropis.
Pemandangan hijau lumut yang didesain Creactive Decoration milik Caleb Ang menghiasi indahnya jantung Kota Ambon. Ornamen yang di desain menggambarkan para endemik dan pemandangan alam yang patut dijaga dan dilestarikan oleh setiap anak bangsa yang ada di negeri para Raja-Raja ini.
Nampak juga terlihat tulisan "Miliki Bersama, Maju Bersama". Menggambarkan bahwa semua yang ada ialah milik rakyat Maluku, dan itu harus dinikmati. Karena sesungguhnya kenikmatan yang didapat secara gratis jangan pernah untuk dilewatkan.
Hendak menelisik konsep desainnya penulis menyempatkan waktu berbincang dengan Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang.
Melalui komentar, Kasrul menegaskan, bahwa penataan Tribun Lapangan Merdeka untuk menghiasi wajah Kota Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025, termasuk juga memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku ke-80 pada 19 Agustus 2025.
Kasrul menyebut, makna mendalam yang dipetik dari hasil desin itu ialah membangun rasa nasionalisme kebangsaan, dimana alam menjadi prioritas utama dalam mendukung kemajuan bangsa. Hal itu pun telah ditegaskan dalam Asta Cita Presiden Prabowo termasuk Sapta Cita Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.
Membangun jiwa nasionalisme di kalangan generasi bangsa, dapat dilalui dengan berbagai macam model dan karya, baik infrastruktur maupun alam dan lingkungan.
"Apapun profesi kita, lingkungan dan alam harus dijaga dan dirawat. Sebab, manusia memiliki ketergantungan dengan alam, yang memberi manfaat bagi keberlangsungan hidup insan ciptaan," ucapnya.
Kasrul yang adalah Asisten II Sekda Maluku sempat bercerita soal pengalamannya menyusuri hutan tropis di alam Manusela, Kabupaten Maluku Tengah.
Begitu eksotis nan indah alam Manusela, dikelilingi margasatwa. Gemuruh air mengalir, riuh burung berkicau, langkah para satwa mencari makan menambah suasana seru kala itu.
"Itu yang pernah beta (saya) rasakan saat berada di hutan Manusela. Sungguh menakjubkan," ucap Kasrul bangga.
Karena itu, lanjut Kasrul, dengan keberadaan fasilitas yang ada, warga kota bakan yang datang dari luar Kota Ambon dapat menikmati indahnya ikon ini, termasuk mempromosikan bagi mereka diluar Maluku lewat platform sosial media.
Bukan hanya itu, ia menyebut, dengan ikon ini suasana malam di pusat Kota Ambon akan terasa indah, dan menjadi modal bagi peningkatan ekonomi rakyat.
"Para jibu-jibu, papalele, pedagang asongan, penjual bakso dan lainnya akan mendapat hasil dari keramaian yang ada. Disitulah pemberdayaan dan pertumbuhan ekonomi meningkat," akuinya.
Apalagi tema HUT Provinsi Maluku tahun ini "Merajut Harmoni, Membangun Negeri". Tema ini, tambah Kasrul, ingin menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi Maluku akan selalu hadir bersama rakyat dalam membangun negeri "Par Maluku Pung Bae".
"Pemerintah berharap dengan adanya fasilitas itu, warga dapat menikmati termasuk menjaga keindahannya," singkatnya.
Terpisah Melky Koedoeboen (MK) salah satu warga Kei yang sementara berada di Ambon mengagumi konsep desain.
"Amazing, luar biasa. Sangat indah," ucapnya bangga.
"Lapangan Merdeka su paleng bagus e..," tulis pemilik akun @Stewar Toisutta di laman facebook.
Bukan warga saja yang kagum akan hal ini. Anggota DPRD Provinsi Maluku Alan Lohy juga bangga melihat pemandangannya.
"Bagus kaka. Ini kayak katong maso di hutan Manusela," kata Aleg Dapil III, Maluku Tengah itu dengan dialeg Ambon di sela-sela pembukaan acara wisata rally, Sabtu (9/8).
Politisi Partai Gerindra ini pun berharap, fasilitas yang ada ini dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik.
"Su bagus, tapi katong harus punya kesadaran untuk menjaga dan merawat. Jang bikin kotor, sebab sejatinya kebersihan itu sebagian dari Iman," tutup Alan. (RULLY PUTURUHU)



