Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. (Ist)

Usai Pimpin Upacara HUT RI, Gubernur Maluku Sampaikan Duka untuk Korban Gempa NTT

15

Ambon, JejakInfo.id — Di tengah suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, perhatian Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa turut tertuju kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi duka akibat bencana gempa bumi.

Usai memimpin langsung upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (17/8/2026), Lewerissa menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak gempa di NTT.

Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku dan seluruh masyarakat Maluku, Gubernur menyampaikan rasa duka sekaligus doa agar masyarakat NTT diberi kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Pemerintah Provinsi Maluku turut mengucapkan belasungkawa dan berduka atas korban gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Kami berdoa semoga keluarga yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Lewerissa.

Bagi Lewerissa, bencana tidak mengenal batas wilayah. Ketika saudara sebangsa sedang tertimpa musibah, rasa kemanusiaan dan solidaritas menjadi kekuatan yang harus terus dijaga.

Ia pun meyakini masyarakat NTT memiliki ketangguhan untuk menghadapi masa sulit dan bangkit dari keterpurukan akibat bencana.

“Kami percaya rakyat NTT adalah rakyat yang tangguh, rakyat pejuang. Mereka pasti bisa melewati situasi ini dengan baik. Doa kami bersama para korban dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Pesan tersebut disampaikan dalam momentum yang sarat makna. Ketika bangsa Indonesia memperingati kemerdekaan dengan mengenang perjuangan para pendahulu, sebagian masyarakat di NTT justru sedang berjuang menghadapi dampak bencana.

Karena itu, menurut Lewerissa, semangat kemerdekaan juga harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama. Solidaritas antardaerah menjadi bagian penting dari semangat kebangsaan, terutama ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat dan membutuhkan dukungan.

Pemerintah Provinsi Maluku turut mendoakan agar masyarakat yang terdampak memperoleh perlindungan dan kekuatan. Proses penanganan serta pemulihan pascabencana juga diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga kehidupan masyarakat perlahan kembali normal.

Dari Ambon, doa dan rasa persaudaraan itu pun disampaikan kepada NTT.

Maluku dan NTT, dua wilayah di kawasan timur Indonesia yang sama-sama memiliki sejarah panjang tentang ketangguhan masyarakatnya, kembali dipertautkan oleh rasa kemanusiaan. Di tengah perayaan kemerdekaan, pesan yang disampaikan Gubernur Maluku sederhana namun kuat: ketika saudara sebangsa sedang berduka, Indonesia tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.

“Doa kami bersama para korban dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur,” pungkas Lewerissa. (ji1)

1 Menyukai postingan ini