Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam menerima kehadiran mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Pattimura, Selasa (23/6). (Ist)

Wabup Malra Sambut Mahasiswa KKN UGM dan Unpatti: Hadir Mengabdi, Pulang Membawa Pelajaran Hidup

11

Langgur, JejakInfo.id – Kabupaten Maluku Tenggara kembali menjadi ruang belajar sekaligus ladang pengabdian bagi mahasiswa. Puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) resmi diterima Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam sebuah seremoni di Aula Kantor Bupati, Selasa (23/6).

Penerimaan mahasiswa KKN tersebut dipimpin Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, yang hadir mewakili Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh dua perguruan tinggi tersebut dengan memilih Bumi Larvul Ngabal sebagai lokasi pengabdian.

Bagi pemerintah daerah, kehadiran mahasiswa KKN bukan sekadar agenda tahunan kampus. Lebih dari itu, KKN dipandang sebagai bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan hingga ke tingkat desa dan ohoi.

“Kehadiran adik-adik mahasiswa merupakan wujud nyata kolaborasi antara dunia akademik dan daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Kami menyambut baik semangat pengabdian yang dibawa ke tengah masyarakat Maluku Tenggara,” ujar Rahantoknam saat membacakan sambutan Bupati.

Bupati menegaskan, pengalaman KKN di Maluku Tenggara bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang membangun relasi, memahami budaya, dan belajar langsung dari masyarakat.

Karena itu, ada empat pesan penting yang ditekankan kepada seluruh mahasiswa sebelum turun ke lapangan.

Pesan pertama adalah soal keselamatan. Bupati mengingatkan bahwa kondisi cuaca di wilayah perairan Maluku Tenggara saat ini membutuhkan kewaspadaan tinggi. Gelombang laut, arus yang kuat, dan perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor yang harus diperhatikan secara serius.

Mahasiswa diminta untuk tidak melakukan aktivitas berisiko tinggi di laut tanpa pendampingan dan pengawasan yang memadai.

“Keselamatan tidak dapat dikompromikan. Patuhi arahan pemerintah desa, camat, dan instansi terkait. Keselamatan kalian jauh lebih berharga daripada program apa pun,” tegasnya.

Pesan kedua berkaitan dengan komunikasi dan koordinasi. Mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah desa atau ohoi yang memahami kebutuhan riil masyarakat.

Menurut Bupati, keberhasilan program KKN sangat bergantung pada kemampuan mahasiswa membaca kebutuhan warga dan membangun komunikasi yang sehat dengan pemerintah setempat.

Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah juga dinilai penting agar seluruh program pengabdian dapat sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.

Pesan ketiga menyangkut kedekatan sosial dengan masyarakat. Para mahasiswa diajak untuk tidak menjaga jarak dengan warga, tetapi hadir secara utuh di tengah kehidupan masyarakat.

Mereka didorong untuk aktif berinteraksi, mengenal budaya lokal, serta ikut terlibat dalam berbagai kegiatan adat maupun sosial kemasyarakatan.

“Maluku Tenggara kaya akan budaya dan kearifan lokal. Hadirlah di tengah masyarakat dengan tulus, karena sosialisasi yang baik adalah modal utama keberhasilan KKN,” katanya.

Pesan keempat menekankan esensi KKN sebagai ruang belajar dua arah. Mahasiswa memang datang membawa ilmu pengetahuan dari kampus, namun masyarakat juga memiliki pengetahuan hidup, pengalaman, serta kearifan lokal yang sangat berharga.

Interaksi inilah yang diharapkan melahirkan proses saling belajar yang memperkaya kedua belah pihak.

“KKN adalah pertemuan dua arah. Mahasiswa membawa ilmu pengetahuan, sementara masyarakat memberikan pengalaman hidup dan kearifan yang tidak diperoleh di ruang kuliah. Jadikan pengalaman ini sebagai sarana menumbuhkan empati, memperluas wawasan, dan menghargai keberagaman,” ujarnya.

Bupati juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk turut mendukung pelaksanaan KKN melalui pendampingan, koordinasi, dan ruang diskusi yang produktif.

Kepada para mahasiswa, ia berpesan agar menjaga nama baik kampus sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Maluku Tenggara selama masa pengabdian berlangsung.

Suasana penerimaan berlangsung hangat dan penuh semangat. Harapan besar pun disematkan agar seluruh rangkaian KKN tahun ini berjalan lancar, aman, dan memberi manfaat nyata, bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi mahasiswa yang akan pulang membawa pengalaman hidup yang jauh lebih kaya.

“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melindungi dan meridhoi setiap langkah pengabdian adik-adik untuk masyarakat,” tutupnya. (ji4)