-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Malam Natal di Kota Ambon berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh sukacita. Ribuan umat Kristiani memadati gereja-gereja sejak Rabu (24/12), sore hingga malam, mengikuti ibadah persiapan Natal dengan perasaan aman dan tenteram.
Tema Natal tahun ini, “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua”, terasa nyata di tengah kota. Tidak hanya lewat lantunan pujian dan doa, tetapi juga melalui kebersamaan lintas iman yang terjaga rapi sepanjang malam.
Sejak pukul 19.00 WIT, jemaat mulai berdatangan ke sejumlah gereja besar seperti Gereja Maranatha, Gereja Katedral, dan Gereja Silo di Kecamatan Sirimau. Bangku-bangku di dalam gereja terisi penuh. Tenda tambahan di halaman gereja pun tak luput dari lautan jemaat yang dengan sabar mengikuti ibadah.
Keamanan menjadi perhatian serius. Aparat TNI-Polri, didukung Banser, Dinas Perhubungan, komunitas Maluku Satu Rasa, serta berbagai organisasi kemasyarakatan, berjaga di setiap titik. Kehadiran mereka memberi rasa nyaman, tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah.
Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, turun langsung memantau jalannya ibadah. Didampingi unsur Forkopimda, mulai dari Kapolda, Pangdam, Koderal hingga Danlanud, ia menegaskan bahwa negara hadir sepenuhnya untuk masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Maluku bersama Forkopimda memastikan perayaan Natal 25 Desember berjalan dengan damai dan aman. Pengamanan ini bukan hanya malam ini, tapi berkelanjutan,” ujar Vanath saat meninjau Gereja Maranatha.
Ia menambahkan, koordinasi pengamanan dilakukan hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Maluku, melibatkan jajaran TNI, Polri, serta pemerintah daerah setempat.
Senada dengan itu, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan bahwa rasa aman adalah hak seluruh warga negara. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan saling menghormati antarumat beragama.
“Jika masyarakat membutuhkan bantuan atau pengamanan, silakan berkomunikasi dengan pos-pos yang telah kami siapkan. Mari kita jaga kedamaian Maluku bersama,” ujarnya.
Wajah toleransi juga tampak dari peran komunitas Maluku Satu Rasa. Kabid Humas Maluku Satu Rasa, Madi Yusuf, mengatakan bahwa pengamanan lintas iman sudah menjadi tradisi tahunan di Ambon.
“Kami selalu hadir menjaga saudara-saudara yang beribadah Natal. Begitu juga sebaliknya, saudara Nasrani membantu pengamanan saat umat Muslim melaksanakan salat, terutama saat Idulfitri,” katanya.
Menurutnya, Maluku Satu Rasa adalah simbol persaudaraan sejati. Muslim dan Nasrani berdiri sejajar, saling menjaga, dan saling menghormati.
Malam Natal di Ambon pun menjadi lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Ia menjelma menjadi panggung persaudaraan, tempat damai dan toleransi tidak hanya diucapkan, tetapi benar-benar dihidupi bersama. (ji3)




