-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Itawaka, JejakInfo.id — Negeri Leilisal, Minggu (28/12), berubah menjadi lautan manusia. Warga Itawaka yang tersebar di berbagai pelosok pulau pulang ke negeri, menyatu dalam sukacita iman untuk menyaksikan momen bersejarah: peresmian dan pentahbisan Gedung Pastori serta Gedung Serbaguna Jemaat GPM Itawaka.
Peristiwa ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah jawaban atas doa dan kerja panjang selama kurang lebih 16 tahun. Perjalanan yang penuh liku, pengorbanan, dan harapan itu akhirnya berlabuh pada satu titik: berdirinya dua bangunan yang akan menjadi nadi pelayanan jemaat ke depan.
Hadir dalam peristiwa sakral tersebut Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua MPH Sinode GPM Pdt. Sacharias Izak Sapulette, Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa, Komisaris Bank Maluku Malut Maichel Papilaya, Ketua Klasis GPM Lease, Anggota DPRD Maluku Saodah Tethool, pimpinan OPD Pemprov Maluku, para pendeta di Pulau Saparua, mantan pendeta Jemaat GPM Itawaka, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan undangan lainnya.
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Maluku bersama Ketua MPH Sinode GPM melalui penandatanganan prasasti dan penekanan tombol. Prosesi pengguntingan pita dilakukan oleh Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, yang dilanjutkan dengan penyerahan kunci Gedung Pastori dan Gedung Serbaguna kepada jemaat.
Seluruh rangkaian acara dirangkai dalam ibadah syukur di Gereja Maranatha Itawaka, dipimpin langsung oleh Pdt. Sacharias Izak Sapulette. Pada kesempatan yang sama, turut diresmikan pula pagar Sektor Gilgal Jemaat GPM Itawaka.
Gedung Pastori dan Gedung Serbaguna ini dibangun dengan total anggaran sekitar Rp4,7 miliar. Pastori menjadi rumah bagi para pendeta yang melayani di Jemaat GPM Itawaka, sementara Gedung Serbaguna disiapkan sebagai ruang bersama bagi berbagai kegiatan gerejawi, pembinaan iman, dan aktivitas sosial jemaat dan warga Negeri Itawaka.
Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa mengajak seluruh jemaat untuk memaknai peristiwa ini sebagai wujud kasih karunia Tuhan di tengah perayaan Natal Kristus.
Ia menyampaikan apresiasi kepada majelis jemaat, panitia pembangunan, pemerintah negeri, serta seluruh warga jemaat yang setia berjuang hingga pembangunan ini tuntas.
“Gedung pastori dan serbaguna ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol berkat, penyertaan, dan kasih Tuhan. Ini tanda bahwa jemaat Tuhan terus bertumbuh dalam iman dan pengharapan,” ujar Gubernur.
Ia berharap, kehadiran kedua gedung tersebut semakin mempersatukan umat dengan Tuhan, dengan sesama, serta dengan pemerintah dan masyarakat, serta melahirkan jemaat yang kuat, dewasa, dan misioner.
Menurut Gubernur, kemajuan daerah tidak pernah terlepas dari peran aktif masyarakat, termasuk warga gereja. Karena itu, ia mengajak Jemaat GPM Itawaka untuk terus meningkatkan kualitas iman sambil bergandengan tangan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Maluku.
“Bangunan ini harus menjadi pusat kehidupan rohani, tempat ibadah yang nyaman, sekaligus ruang pembinaan iman generasi ke generasi. Inilah bagian dari ikhtiar kita membangun ‘par Maluku pung bae’, Maluku yang rukun, damai, religius, dan bermartabat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. Sadrac Izack Sapulette, menyebut peresmian ini sebagai buah dari kesetiaan jemaat dalam pergumulan panjang. Ia mengajak seluruh warga jemaat untuk bersyukur dan menjaga semangat kebersamaan yang telah menghidupi proses pembangunan selama bertahun-tahun.
“Kedua gedung ini adalah bukti cinta warga jemaat Itawaka terhadap gereja dan pelayanannya. Di sini bukan hanya iman dibangun, tetapi juga pelayanan kasih, sosial, dan pembinaan generasi,” katanya.
Ia menambahkan, Gedung Serbaguna dirancang sebagai ruang hidup bersama yang terbuka dan multifungsi, termasuk untuk pengembangan kapasitas generasi muda melalui pelatihan bahasa dan komputer, sebagaimana dicita-citakan sejak awal pembangunan.
Peresmian Pastori dan Gedung Serbaguna ini menjadi tonggak baru bagi Jemaat GPM Itawaka, sebuah langkah maju untuk terus hadir sebagai gereja yang hidup, terbuka, dan membawa berkat bagi masyarakat, negeri, dan Maluku secara keseluruhan. (ji1)





