-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Menjaga kesehatan di tempat kerja bukan sekadar urusan pribadi. Kesadaran untuk mengenali risiko penyakit dan mencegahnya sejak dini dinilai penting agar para pegawai tetap sehat, produktif, dan mampu menjalankan tugas secara optimal.
Pesan tersebut mengemuka dalam edukasi kesehatan yang digelar Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN) bagi jajaran manajemen dan pegawai Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lantai II Perumda Panca Karya itu diikuti sekitar 50 peserta. Edukasi difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai bahaya kanker dan tumor, termasuk pentingnya pencegahan serta deteksi dini.
Manajemen Perumda Panca Karya menyambut positif kegiatan tersebut. Kesehatan pegawai dinilai menjadi salah satu aset penting perusahaan karena berkaitan langsung dengan produktivitas dan keberlangsungan pekerjaan.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena kesehatan pegawai adalah aset utama dalam menciptakan produktivitas yang berkelanjutan. Pencegahan kanker harus dimulai dari diri sendiri agar kita bisa terus bekerja dengan sehat dan semangat,” ujar Cano, salah satu perwakilan pegawai Perumda Panca Karya.
Dalam kegiatan tersebut, YBKN menghadirkan Nanda Alfiolica, S.K.M., sebagai narasumber. Ia memberikan pemahaman mengenai pentingnya mencegah kanker sejak dini, mengenali kondisi kesehatan sedini mungkin, serta membangun kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Nanda, pengetahuan mengenai kesehatan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan sosialisasi. Berbagi informasi, pengalaman, dan pemahaman tentang kesehatan perlu dibangun menjadi bagian dari budaya di lingkungan kerja.
“Kesadaran menjaga kesehatan harus dibangun bersama agar setiap pegawai memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko penyakit kanker dan tumor,” tegasnya.
Ia mengingatkan, risiko gangguan kesehatan tidak hanya melekat pada mereka yang bekerja di lapangan. Pegawai yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan juga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan dan pola hidup sehari-hari.
“Sering kali kita lalai terhadap kebersihan lingkungan kerja maupun pola hidup sehari-hari. Baik yang berada di lapangan maupun di balik meja kantor, semua memiliki risiko jika tidak menerapkan gaya hidup sehat,” jelas Nanda.
Karena itu, menurut dia, edukasi menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran. Informasi yang sebelumnya mungkin dianggap sederhana atau bahkan belum diketahui dapat menjadi pengetahuan yang mendorong seseorang lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
“Di sinilah pentingnya awareness untuk menyadarkan yang tadinya awam menjadi lebih paham,” tambahnya.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sosialisasi semata. YBKN dan Perumda Panca Karya berharap pengetahuan yang diperoleh para pegawai dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan membangun kebiasaan yang lebih sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan kerja.
Sebab, mencegah penyakit bukan hanya soal mengobati ketika sudah muncul. Kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak sekarang menjadi langkah penting agar para pegawai dapat terus bekerja dengan kondisi yang lebih baik, sekaligus menjaga produktivitas perusahaan dalam jangka panjang. (ji5)

