-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Langgur, JejakInfo.id — Derap langkah ratusan pelajar menggema di jalan-jalan Langgur, Maluku Tenggara. Seragam yang beragam berpadu dengan gerakan yang serempak, sementara sorak masyarakat mengiringi setiap regu yang melintas.
Sebanyak 119 regu pelajar SD dan SMP ambil bagian dalam Lomba Gerak Jalan Indah untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (12/8).
Bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Di balik barisan yang berjalan dalam satu irama, tersimpan pesan tentang disiplin, kebersamaan dan persatuan.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengatakan gerak jalan merupakan gambaran sederhana tentang bagaimana sebuah kelompok harus bergerak bersama untuk mencapai tujuan.
“Gerak jalan adalah cermin dari kebersamaan sebuah bangsa,” kata Thaher.
Menurutnya, sebuah regu tidak akan mampu tampil maksimal jika setiap anggotanya hanya memikirkan kepentingan sendiri. Keserasian langkah membutuhkan komunikasi, kesabaran, kepatuhan terhadap aturan, sekaligus kemauan untuk menyesuaikan diri dengan orang lain.
Nilai-nilai itu, kata Thaher, tidak boleh berhenti di arena perlombaan. Disiplin dan kebersamaan harus menjadi karakter yang dibawa peserta ke sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
“Nilai disiplin inilah yang kita harapkan terus tumbuh dan tertanam dalam diri setiap peserta, untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, sekolah maupun keluarga,” ujarnya.
Thaher juga mengingatkan bahwa Maluku Tenggara tumbuh di tengah keberagaman suku, agama dan budaya. Perbedaan tersebut, menurut dia, bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat.
“Keberagaman suku, agama dan budaya yang dimiliki Maluku Tenggara membutuhkan semangat persatuan dan harmoni yang terus dijaga,” tegasnya.
Semangat yang sama, lanjut Thaher, dibutuhkan dalam pembangunan daerah. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat.
Karena itu, ia berharap semangat berjalan dalam satu barisan dapat menjadi gambaran bagaimana pemerintah dan masyarakat membangun daerah secara bersama-sama.
“Langkah yang serempak dari seluruh elemen masyarakat, disiplin dalam melaksanakan program pembangunan, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, serta harmoni di tengah keberagaman suku, agama dan budaya sangat dibutuhkan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan manusia tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademis. Karakter, disiplin, kemampuan bekerja sama serta ketangguhan fisik dan mental harus ikut dibentuk sejak dini.
“Karakter, disiplin dan kemampuan bekerja sama adalah bagian penting dari kualitas sumber daya manusia yang harus terus kita bangun,” ujarnya.
Di lapangan, antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tenggara, Debi Bunga, mengatakan kategori SMP diikuti 55 regu dan dimulai pukul 07.00 WIT.
Sementara kategori SD diikuti 64 regu dan berlangsung mulai pukul 13.00 WIT.
Didampingi para guru, peserta menempuh rute perlombaan hingga garis akhir di pelataran Gedung Serbaguna Larvul Ngabal. Sepanjang perjalanan, masyarakat turut menyaksikan penampilan para pelajar yang tidak hanya mengandalkan ketepatan barisan, tetapi juga variasi gerakan dan kreativitas.
Sorak dan tepuk tangan pun mengiringi langkah para peserta. Bagi sebagian pelajar, perlombaan menjadi ajang menunjukkan hasil latihan mereka. Namun bagi masyarakat yang menyaksikan, pemandangan itu sekaligus menjadi bagian dari semarak kemerdekaan yang terasa hidup di tengah kota.
Rangkaian Lomba Gerak Jalan Indah akan berlanjut pada Kamis (13/8/2026). Kali ini giliran kategori SMA/SMK dan umum yang akan turun ke jalan mulai pukul 07.00 WIT.
Di balik kemeriahan itu, ada pesan yang ingin terus diwariskan: kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk diisi dengan karakter, kedisiplinan dan semangat persatuan.
Derap langkah para pelajar pun menjadi simbol kecil dari harapan besar Maluku Tenggara—agar generasi muda tumbuh bukan hanya cerdas, tetapi juga mampu berjalan bersama di tengah keberagaman. (ji4)
