-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



JEJAKINFO.ID - Kamis (2/1/2025), hari wafatnya Pahlawan Nasional asal Maluku Martha Christina Tiahahu yang ke-207 diperingati.
Di Ambon upacara peringatan hari wafatnya mahina kabaresi asal Negeri Kakerissa Amapatti bertemakan “Semangat Perjuangan Martha Christina Tiahahu Inspirasi Bagi Generasi Muda Maluku” berlangsung khidmat.
Begitu juga yang dilakukan pemerintah dan warga masyarakat Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Pj. Gubernur Maluku, Sadali Ie mengajak generasi muda Maluku untuk meneladani semangat perjuangan Martha Christina Tiahahu dalam mengisi pembangunan.
"Kita kobarkan semangat dan jiwa kabaresi Putri Nusalaut yang 207 tahun lalu bisa meruntuhkan keangkuhan penjajah hanya dengan bermodalkan tombak, bambu runcing, parang dan salawaku," ujar Sadali dalam sambutan saat meminpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional yang ke-207 yang berlangsung di Monumen Martha Christina Tiahahu, Karang Panjang, Sirimau, Ambon, Maluku.
Menurut Sadali, pemerintah provinsi Maluku bangga, menyambut gembira dan memberikan apresiasi serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas segala jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu agar terus menjadi warisan sejarah bagi generasi muda Maluku.
"Kepada keluarga dan ahli waris Almarhumah, saya ingin katakan ini adalah sebuah kebanggaan abadi turun-temurun bagi keluarga yang patut disyukuri," ucapnya.
Peringatan yang dilakukan setiap tahun, diharapkan dapat memperkuat semangat nasionalisme dan patriotisme khususnya bagi generasi muda Maluku dalam membangun negeri.
"Kita harus belajar dan mengenal lebih dekat sosok pahlawan nasional kita, terutama bagi generasi muda dan kaum perempuan Maluku, untuk bangkit sebagai pejuang pembangunan, menunjukan semangat inovasi dan karya nyata dalam membangun kesejahteraan rakyat," pesannya.
Usia muda, lanjut Sadali, bukanlah periode waktu untuk dinikmati dengan hidup berfoya-foya dan bersikap hedonis, tetapi justeru itu usia emas untuk menunjukkan peran, prestasi dan eksistensi diri yang berguna bagi masyarakat bangsa dan negara.
"Keteladanan seorang Martha Christina Tiahahu menunjukkan bahwa perempuan Maluku tidak bisa dipandang remeh, tetapi sebagai individu dan warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang setara, serta kesempatan yang sama dengan kaum pria di sektor publik dalam setiap kegiatan pembangunan di segala bidang," jelasnya.
Sadali menegaskan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
"Untuk itulah hari ini kita kembali membangkitkan spirit perjuangan Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu, seorang srikandi yang gagah berani yang rela berkorban untuk emansipasi harkat dan martabat bangsanya," tandasnya.
Upacara peringatan ini juga dihadiri oleh Pj. Gubernur dan Istri Nita Bin Umar, Plh. Sekda Maluku dan para pimpinan OPD, Pimpinan dan Anggota DPRD Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo dan jajaran, Irwasda Polda Maluku Kombes Pol Marthin Luther Hutagaol dan jajaran, Kepala BIN Maluku, Lantamal IX Ambon, Lanud Pattimura, Kejati Maluku, Pengadilan Tinggi Maluku, Pj. Walikota Ambon dan jajaran serta ahli waris Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu.
Martha Christina Tiahahu adalah Pahlawan Nasional Indonesia. Ia diakui sebagai Pahlawan Nasional pada 20 Mei 1969 melalui SK Presiden RI No. 012/TK/Tahun 1969.
Martha Christina Tiahahu merupakan pahlawan nasional wanita pertama yang gugur dalam pertempuran melawan penjajah Belanda.
Ia lahir di Nusa Laut, Maluku pada 4 Januari 1800. Dibesarkan oleh ayahnya, Kapitan Paulus Tiahahu, yang merupakan kawan baik dari Kapitan Pattimura.
Martha Christina Tiahahu aktif dalam urusan militer sejak usia muda. Ia memimpin pasukan perang wanita dalam pertempuran melawan Belanda di desa Ouw, Ullath, pulau Saparua.
Martha Christina Tiahahu meninggal di sebuah kapal di Laut Banda setelah jatuh sakit dalam perjalanan ke Jawa untuk menjadi pekerja budak. Ia dijuluki Mutiara dari Nusalaut.
Martha Christina Tiahahu diabadikan dalam berbagai bentuk, seperti patung, monumen, jalan, gedung, kapal perang, dan majalah wanita. (*)





