Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel menyambut 542 prajurit Yonif TP 912 saat tiba di Dobo, Kamis (19/3). (Ist)

542 Prajurit Yonif TP 912 Tiba di Aru, Bupati Kaidel: “Rangkul Rakyat, Jangan Sakiti Mereka”

5

Dobo, JejakInfo.id — Malam di Dermaga Dobo, Kamis (19/3), berubah menjadi momen penuh makna. Sebanyak 542 prajurit Yonif TP 912 menginjakkan kaki di Kabupaten Kepulauan Aru, disambut hangat oleh pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan masyarakat setempat.

Penyambutan tidak sekadar seremonial. Ritual adat yang dipimpin tetua dari Desa Durjela menghadirkan nuansa kekeluargaan yang kental. Sebuah penegasan bahwa kehadiran para prajurit bukan hanya sebagai penjaga wilayah, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat Aru.

Di tengah suasana itu, Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menyampaikan pesan yang lugas sekaligus mendalam. Ia meminta para prajurit menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengedepankan pendekatan humanis.

“Selamat datang di Aru. Jalankan tugas dengan baik, jaga keamanan, dan rangkul masyarakat. Jangan sampai ada yang menyakiti rakyat,” tegasnya.

Kaidel menekankan, kehadiran Yonif TP 912 adalah kehormatan bagi daerahnya. Namun lebih dari itu, ia melihat peran strategis para prajurit sebagai mitra pembangunan. Menurutnya, kekuatan militer di wilayah teritorial tidak hanya diukur dari kemampuan tempur, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi kesejahteraan warga.

Ia berharap para prajurit mampu menyatu dengan masyarakat, hidup berdampingan, memahami adat istiadat, serta hadir sebagai solusi di tengah kebutuhan warga.

“Kehadiran saudara-saudara harus memberi manfaat langsung. Jangan sekali-kali melukai hati rakyat,” ujarnya mengingatkan.

Tak hanya soal keamanan, Bupati juga menyoroti peran penting batalyon teritorial pembangunan dalam mendukung program nasional, terutama ketahanan pangan. Para prajurit diharapkan aktif di sektor pertanian, membantu petani, hingga mendorong produktivitas pangan di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Kaidel mengingatkan bahwa jati diri prajurit tetaplah prajurit tempur. Kemampuan dasar infanteri harus terus diasah, disiplin, latihan, dan kesiapan menghadapi segala kemungkinan tetap menjadi fondasi utama.

Ia juga mendorong sinergi lintas sektor. Kolaborasi dengan dinas kesehatan, BUMN, serta organisasi perangkat daerah dinilai krusial, terutama dalam membuka akses wilayah, membangun infrastruktur desa, dan meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

“Wilayah kita masih membutuhkan kerja bersama. Membuka jalan, membantu petani, membangun fasilitas dasar. Semua ini perlu sinergi kuat antara TNI dan pemerintah daerah,” katanya.

Pesan serupa turut disampaikan kepada para camat, lurah, hingga kepala desa agar menjadikan kehadiran Yonif TP 912 sebagai momentum percepatan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.

Menutup sambutannya, Kaidel berpesan agar seluruh prajurit mampu beradaptasi dengan lingkungan, menghormati adat setempat, dan menjaga nama baik kesatuan.

Ia berharap kehadiran mereka benar-benar dirasakan manfaatnya mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga pembangunan infrastruktur desa.

Sementara itu, perwakilan Yonif TP 912 menegaskan komitmen mereka untuk menjalankan tugas secara profesional dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Dengan kehadiran ratusan prajurit ini, harapan pun menguat: keamanan tetap terjaga, pembangunan bergerak lebih cepat, dan masyarakat Aru merasakan dampak nyata dari pengabdian yang dibawa hingga ke pelosok negeri. (ji3)