Kepala BPJN Maluku, Dr. Yana Astuty, ST.,MT. (Ist)

Warga Diimbau Menjauh dari Area Jembatan Merah Putih Usai Insiden Dini Hari

41

Ambon, JejakInfo.id — Suasana pagi di Kota Ambon tak lagi sama setelah insiden tragis yang terjadi di bawah bentang megah Jembatan Merah Putih pada Jumat (20/3) dini hari. Peristiwa itu menjadi peringatan keras bagi semua pihak, terutama masyarakat yang kerap memanfaatkan area jembatan di luar fungsinya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Dr. Yana Astuty, ST.,MT angkat bicara dengan nada tegas namun penuh keprihatinan. 

"Innalillahi wa innalillahi rajiuun. Turut berduka cita. Semoga almarhumah mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan atas musibah ini," tulis Yana kepada JejakInfo.id via WhatsApp, Jumat (20/3), malam.

Atas insiden ini ia mengimbau warga, baik pejalan kaki maupun pengendara, untuk tidak lagi melakukan aktivitas apa pun di kawasan jembatan selain melintas.

Menurutnya, larangan tersebut bukan tanpa alasan. Meski rambu peringatan telah terpasang, kenyataannya masih banyak warga yang mengabaikannya. Ada yang berjalan kaki melintasi jembatan, berhenti di tengah jalan, hingga menjadikannya lokasi swafoto dan menikmati pemandangan Teluk Ambon dari ketinggian.

“Ini bukan sekadar soal aturan, tetapi keselamatan. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang,” ujarnya.

Fenomena itu bukan cerita baru. Aktivitas warga di atas jembatan kerap terekam kamera pengawas yang terhubung langsung dengan ruang kontrol di kawasan Tantui, Lampu Lima. Dari sana, petugas memantau setiap pergerakan di salah satu ikon infrastruktur Maluku tersebut.

Yana menegaskan, imbauan ini bukan bentuk pembatasan terhadap masyarakat, melainkan upaya perlindungan. Ia mengingatkan bahwa risiko di area jembatan tidak selalu dapat diprediksi.

“Bukan hanya insiden yang sudah terjadi yang perlu diwaspadai, tetapi juga potensi bahaya lain yang bisa muncul tanpa kita duga,” katanya.

Peristiwa dini hari itu kini menjadi bahan evaluasi serius bagi BPJN Maluku. Pengawasan akan diperketat, baik terhadap kendaraan maupun aktivitas warga di sepanjang ruas Jembatan Merah Putih.

Di tengah keindahan panorama yang ditawarkan, jembatan ini kembali diingatkan sebagai jalur vital transportasi, bukan ruang publik untuk berlama-lama. Keselamatan, sekali lagi, menjadi pesan utama yang tak boleh diabaikan. (ji1)