-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Dobo, JejakInfo.id – Semangat nasionalisme mulai berkobar di Kabupaten Kepulauan Aru. Sebanyak 60 putra-putri terbaik daerah itu resmi memasuki Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 sebagai persiapan menjalankan tugas kehormatan pada Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembukaan diklat berlangsung di Aula Lantai II Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kepulauan Aru, Selasa (21/7/2026), dan dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohammad Djumpa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kepulauan Aru Adolof Pokar, Wakapolres Kepulauan Aru Kompol Djesy Batara, Ketua DPRD Kepulauan Aru Feny Silvana Loy, Danramil Dobo, perwakilan Danlanal Aru, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala Badan Kesbangpol, pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Seleksi Paskibraka Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2026, Adolof Pokar, menjelaskan bahwa pendidikan dan pelatihan bukan sekadar agenda rutin menjelang peringatan kemerdekaan. Lebih dari itu, diklat menjadi proses pembentukan karakter generasi muda agar memiliki disiplin, jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan kecintaan yang kuat terhadap bangsa dan negara.
Menurutnya, seluruh peserta merupakan hasil seleksi yang berlangsung ketat, objektif, dan transparan. Mereka harus melewati berbagai tahapan, mulai dari seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga penilaian kemampuan lainnya.
"Dari seluruh proses tersebut terpilih 60 calon Paskibraka yang terdiri atas 37 putra dan 23 putri. Mereka merupakan putra-putri terbaik dari berbagai SMA, SMK, dan sekolah sederajat di Kabupaten Kepulauan Aru," ujar Pokar.
Ia menambahkan, pendidikan dan pelatihan akan berlangsung mulai 22 Juli hingga 16 Agustus 2026 dengan pusat kegiatan di Lapangan Apel Kantor Bupati Kepulauan Aru.
Selama menjalani pembinaan, para peserta akan menerima berbagai materi, mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, kepemimpinan, pembentukan karakter, hingga materi pendukung lainnya. Pelatihan tersebut melibatkan instruktur dari unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Dinas Kesehatan, serta sejumlah instansi terkait.
Sementara itu, Wakil Bupati Mohammad Djumpa saat membacakan sambutan Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah kehormatan yang tidak dimiliki setiap generasi muda.
Menurutnya, para peserta bukan hanya dipersiapkan untuk mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa.
"Menjadi seorang Paskibraka bukan sekadar tentang baris-berbaris atau mengibarkan bendera. Lebih dari itu, kalian adalah pemuda-pemudi pilihan dari seluruh pelosok Bumi Jargaria yang telah melewati seleksi yang sangat ketat," katanya.
Bupati menilai, para calon Paskibraka merupakan wajah masa depan Kepulauan Aru. Karena itu, selama menjalani pendidikan mereka akan dibentuk tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan karakter agar siap mengemban amanah negara dengan penuh tanggung jawab.
"Mulai hari ini mental kalian akan ditempa, fisik kalian akan dikuatkan, dan jiwa kalian akan dipersiapkan untuk menjalankan amanah negara dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.
Ia mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan berharga tersebut dengan sungguh-sungguh. Sebab, tidak semua pemuda memiliki kesempatan untuk mengenakan seragam Paskibraka dan mengemban tugas pada momen paling sakral dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepada seluruh pelatih dan instruktur, Bupati juga menitipkan pesan agar proses pembinaan dilakukan secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.
"Saya menitipkan anak-anak kita ini kepada Saudara-saudara sekalian. Didik dan latih mereka dengan disiplin yang tinggi, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, edukatif, serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan mereka," pesannya.
Menutup sambutannya, Bupati berharap seluruh peserta mampu menyelesaikan pendidikan dan pelatihan dengan baik, sehingga dapat menampilkan performa terbaik saat bertugas mengibarkan dan menurunkan Bendera Merah Putih pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Jadilah pelopor disiplin dan teladan bagi generasi muda lainnya di Kepulauan Aru. Tunjukkan bahwa pemuda dari ujung timur Maluku ini mampu bersaing dan memiliki daya juang yang luar biasa," pungkasnya. (ji3)
