Sebanyak 670 mahasiswa FKIP Unpatti dibekali jadi guru profesional melalui melalui Pembekalan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Tahun Akademik 2026/2027. (Ist)

670 Mahasiswa FKIP Unpatti Dibekali Jadi Guru Profesional, Siap Mengajar di 41 Sekolah Mitra

13

Ambon, JejakInfo.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak guru-guru berkualitas melalui Pembekalan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Tahun Akademik 2026/2027.

Sebanyak 670 mahasiswa dari 16 program studi mengikuti pembekalan yang berlangsung selama dua hari di Gedung Student Center Unpatti, Selasa (4/8), sebelum diterjunkan ke 41 sekolah mitra di Kota Ambon. Sekolah-sekolah tersebut terdiri atas 11 Sekolah Dasar (SD), 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 15 Sekolah Menengah Atas (SMA).

Mengusung tema "Penguatan Kompetensi Calon Guru melalui Implementasi PLP II yang Profesional, Inovatif dan Berkarakter", kegiatan itu dibuka langsung oleh Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. I. H. Wenno, M.Pd.

Dalam sambutannya, Prof. Wenno menegaskan bahwa pembekalan ini bukan sekadar agenda rutin sebelum mahasiswa memasuki lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap calon guru memiliki kesiapan akademik, kompetensi pedagogik, integritas, serta mental yang kuat dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.

Menurutnya, seorang guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi pelajaran. Guru masa kini dituntut mampu menjadi fasilitator pembelajaran, membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik, memanfaatkan teknologi, serta menghadirkan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan karakter siswa.

"Ketika nanti berada di sekolah, mahasiswa tidak hanya datang untuk memenuhi kewajiban akademik. Mereka hadir sebagai calon pendidik yang harus mampu menunjukkan profesionalisme, etika, kedisiplinan, dan menjadi teladan bagi peserta didik," tegasnya.

Selama kurang lebih dua bulan menjalani praktik di sekolah, para mahasiswa akan menghadapi situasi nyata yang selama ini hanya dipelajari melalui teori di ruang kuliah. Mereka akan menyusun perangkat pembelajaran, merancang bahan ajar yang inovatif, melaksanakan proses belajar mengajar, hingga melakukan evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama masa perkuliahan. Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami konsep pendidikan secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis ketika berada di depan kelas.

Untuk memperkaya wawasan mahasiswa, FKIP Unpatti menghadirkan guru-guru berpengalaman dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK sebagai narasumber sekaligus tutor lapangan. Kehadiran para praktisi pendidikan ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang akan dihadapi calon guru, mulai dari pengelolaan kelas, penyusunan strategi pembelajaran, hingga membangun hubungan yang harmonis dengan peserta didik dan lingkungan sekolah.

Prof. Wenno juga mengingatkan bahwa seluruh peserta PLP II wajib menguasai empat kompetensi utama seorang guru, yakni kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Keempat kompetensi tersebut harus tercermin dalam setiap proses pembelajaran sehingga mampu menghasilkan pengalaman belajar yang efektif, inovatif, sekaligus berorientasi pada kebutuhan siswa.

Ia menilai perkembangan dunia pendidikan saat ini bergerak sangat cepat. Perubahan kurikulum, pemanfaatan teknologi digital, hingga karakter peserta didik yang semakin beragam menuntut calon guru untuk terus belajar dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Karena itu, mahasiswa FKIP diharapkan memiliki semangat belajar sepanjang hayat, terbuka terhadap inovasi, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan budaya bangsa.

Melalui PLP II ini, FKIP Unpatti menargetkan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar secara langsung sedikitnya enam kali selama berada di sekolah mitra. Pengalaman tersebut diyakini akan mengasah kemampuan dasar mengajar sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa sebelum benar-benar memasuki dunia profesi.

Bagi FKIP Unpatti, PLP II bukan sekadar mata kuliah praktik, melainkan investasi jangka panjang dalam menyiapkan tenaga pendidik yang berkualitas. Dari ruang-ruang kelas di sekolah mitra itulah diharapkan lahir guru-guru masa depan yang profesional, inovatif, berkarakter, serta mampu menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Maluku dan Indonesia pada umumnya.

Sebelum masuk ke ruang kelas dan berdiri di hadapan para siswa, ratusan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura terlebih dahulu dipersiapkan untuk memahami satu hal penting: menjadi guru bukan sekadar mampu mengajar, tetapi juga mampu menginspirasi, membimbing, dan membentuk karakter generasi masa depan. (ji6)

1 Menyukai postingan ini