-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Saparua, JejakInfo.id – Suasana haru menyelimuti Negeri Tuhaha, Kecamatan Saparua, Jumat (22/5) sore. Air mata bahagia tak terbendung ketika Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyerahkan langsung kunci rumah baru kepada tiga keluarga penerima bantuan program “Manggurebe Bikin Bae Rumah”.
Sekitar pukul 17.00 WIT, warga berkumpul menyaksikan momen yang bagi sebagian keluarga terasa seperti mimpi yang akhirnya menjadi nyata. Rumah yang selama ini hanya dibayangkan, kini berdiri kokoh dan siap ditempati.
Tiga warga penerima bantuan tersebut yakni Jantje Pattipeiluhu, Samuel Makailipessy, dan Jacky Louhenapessy. Penyerahan kunci dilakukan langsung oleh gubernur yang didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Maluku, Ana Yunus.
Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas PUPR Hengky Tamtelahitu, Kepala Dinas Perikanan Erawan Asikin, Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalatta, Camat Saparua Winny Salamor, Raja Negeri Tuhaha Jantje Sasabone, unsur TNI-Polri, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, gubernur yang akrab disapa HL menyampaikan bahwa Maluku tahun ini mendapat bantuan sebanyak 7.237 unit rumah dari pemerintah pusat melalui program bantuan stimulus perumahan swadaya. Selain itu, ada 3.000 unit rumah subsidi bagi warga berpenghasilan rendah.
“Ini lonjakan yang luar biasa dibanding tahun sebelumnya. Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ujar HL di hadapan warga.
Ia menegaskan, program rumah layak huni akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 mendatang. Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran daerah, pemerintah tetap berupaya menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.
“Rumah ini bukan sekadar tempat berteduh. Jadikan rumah ini sebagai tempat membina keluarga, tempat berjuang, dan tempat menyiapkan masa depan anak cucu,” pesan gubernur kepada para penerima bantuan.
Ucapan itu disambut tepuk tangan warga. Beberapa keluarga bahkan terlihat menitikkan air mata saat memasuki rumah baru mereka.
Rasa haru pun disampaikan Jantje Pattipeiluhu. Tak kuasa menahan tangis, ia mengaku tidak menyangka bahwa akan mendapat bantuan rumah baru.
"Terima kasih Pak Gubernur," kata Jantje dengan nada lirih sambil menundukan kepala dihadapan gubernur dan tamu undangan yang menyaksikan momen itu.
HL pun memeluk ketiga penerima bantuan seraya memohon doa dan harapan untuk terus bikin yang terbaik "Par Maluku Pung Bae".
Alih-alih, perhatian gubernur rupanya tidak berhenti di Tuhaha. Dalam perjalanan kembali, rombongan sempat singgah di Negeri Noloth. Di sana, mata gubernur tertuju pada sebuah gubuk sederhana milik Nally Lawalatta. Kondisinya memprihatinkan. Lantai rumah masih berupa jubin kasar, sementara dinding gaba-gaba yang dibalut daun sagu tampak lapuk dimakan usia.
Melihat kondisi tersebut, Hendrik Lewerissa langsung menyampaikan kabar yang tak pernah diduga penghuni rumah.
“Rumah ini akan dibedah pemerintah,” ucap gubernur.
Mendengar pernyataan itu, keluarga Nally sontak terdiam. Raut wajah terkejut bercampur haru langsung pecah. Mereka tak menyangka rumah yang selama ini nyaris roboh akhirnya mendapat perhatian pemerintah.
Di tengah senja Saparua, kisah sederhana itu menjadi pengingat bahwa bagi sebagian warga, sebuah rumah layak huni bukan hanya bangunan, melainkan harapan baru untuk hidup yang lebih baik. (ji1)


