Tenaga Ahli Menteri ESDM/Komisaris PT. Pertamina International Shipping, Dr. Michael Wattimena, SE.,SH.,MH. (Ist)

Ambon Dikepung Antrean BBM, Pemerintah Pastikan Stok Aman dan Harga Tetap Stabil

16

Ambon, JejakInfo.id — Wajah Kota Ambon mendadak berubah pada Senin (30/3). Sejumlah SPBU hingga SPBU Mini dipadati antrean kendaraan yang mengular panjang, bahkan meluber hingga ke badan jalan. Ratusan pengendara, baik roda dua maupun roda empat, rela menunggu demi mendapatkan bahan bakar.

Situasi ini memicu kekhawatiran publik. Isu kelangkaan BBM dan kabar kenaikan harga yang beredar cepat di tengah masyarakat ikut memperkeruh keadaan. Tak sedikit warga yang terpengaruh, sehingga memilih mengisi bahan bakar lebih awal sebagai langkah antisipasi.

Namun, pemerintah memastikan kondisi tersebut tidak perlu disikapi dengan kepanikan.

Tenaga Ahli Menteri ESDM, Dr. Michael Wattimena, SE.,SH.,MM yang saat ini berada di Ambon, menegaskan bahwa stok BBM di wilayah Maluku, khususnya Kota Ambon, dalam kondisi aman. Ia juga memastikan tidak ada perubahan harga.

“Kami minta masyarakat tidak panik. Stok BBM tersedia dan harga tetap stabil. Tidak ada kenaikan,” ujarnya dengan tegas.

Pria yang akrab disapa BMW itu juga meluruskan kabar yang menyebutkan akan ada kenaikan harga BBM pada 1 April 2026. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar.

“Isu kenaikan BBM per 1 April itu hoaks. Tidak ada keputusan resmi dari pemerintah terkait hal itu,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan jajaran terkait di sektor migas untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Hasilnya, tidak ditemukan adanya kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite (RON 90).

Karena itu, BMW yang juga Komisaris PT Pertamina International Shipping kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Ia menekankan bahwa kepanikan justru dapat memperparah situasi di lapangan, seperti antrean panjang yang saat ini terjadi.

“Kalau semua tetap tenang, distribusi berjalan normal, maka kondisi akan tetap terkendali,” pungkasnya. (ji1)