Steven Izaac Risakotta. (Ist)

AMPG Warning Steering Committee: Jangan Bikin Gejolak Musda Golkar Ambon

129

Ambon, JejakInfo.id — Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Ambon mengingatkan Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kota Ambon agar tidak mengambil langkah yang berpotensi memicu gejolak dalam proses pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Ambon.

Ketua AMPG Kota Ambon, Hengki Hiskia, meminta Steering Committee bekerja objektif dan rasional serta berpegang teguh pada mekanisme pencalonan yang telah berjalan.

Hengki menegaskan, berdasarkan proses penjaringan yang telah dilakukan, terdapat dua bakal calon Ketua DPD Golkar Kota Ambon, yakni Steven Izaac Risakotta dan Ely Toisuta.

“Bahwa hari ini terdapat dua bakal calon Ketua Golkar Kota Ambon sesuai dengan proses penjaringan. Kedua bakal calon tersebut atas nama saudara Steven Izaac Risakotta dan saudari Ely Toisuta,” tegas Hengki kepada JejakInfo.id melalui sambungan telepon, Minggu (4/10/2026).

Karena itu, ia mempertanyakan jika kemudian muncul informasi yang menyebutkan hanya terdapat satu calon dalam Musda.

Menurut Hengki, pernyataan tersebut justru bertentangan dengan proses pendaftaran dan mekanisme pencalonan yang telah dilakukan.

“Golkar ini partai besar. Jangan bikin gerakan tambahan yang merugikan citra Partai Golkar di daerah ini,” tegasnya.

Hengki juga mengingatkan semangat Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang mengedepankan persatuan dan upaya menyatukan seluruh sekat maupun perbedaan untuk memperkuat partai menghadapi agenda politik ke depan.

Ia meminta seluruh pihak tidak mengambil langkah yang justru dapat memperlemah soliditas internal Partai Golkar.

“Kalau ada segelintir orang yang ingin menghancurkan partai ini, harus dibinasakan. Jangan dipertahankan. Sejak kapan mereka ber-Golkar. Kalau sandal kalian belum tipis, jangan racik kuah semau kalian,” ujar Hengki dengan nada tegas.

Menurutnya, Musda X Partai Golkar Kota Ambon merupakan kelanjutan dari agenda Musda yang sebelumnya sempat diskors. Karena itu, proses tersebut tidak semestinya diperlakukan seolah-olah membuka lembaran baru.

“Musda X Partai Golkar ialah melanjutkan agenda yang sudah diskors, bukan membuka lembaran baru. Jangan memperkeruh dinamika ini. Sebab hal itu sangat berpengaruh terhadap elektabilitas partai ke depan,” katanya.

Hengki kembali mempertanyakan dasar munculnya informasi mengenai calon tunggal. Sebab, Steven Izaac Risakotta juga telah mengikuti tahapan pendaftaran dan pengembalian berkas pencalonan.

“Alasan apa sehingga disebutkan bahwa hanya ada satu calon tunggal? Sementara proses pendaftaran dan pengembalian berkas juga dilakukan Steven Izaac Risakotta,” ujarnya.

Singgung Instruksi DPP Golkar

Hengki kemudian menyinggung Instruksi DPP Partai Golkar Nomor 4 Tahun 2025 tertanggal 15 Mei 2025. Ia menyebut instruksi tersebut menegaskan bahwa pelaksana tugas dilarang melakukan penunjukan tugas ketua DPD kabupaten/kota.

Menurut dia, ketentuan tersebut harus menjadi perhatian dalam proses Musda Golkar Kota Ambon.

“Saya ingatkan, ya. Hati-hati. Jangan bikin blunder. Kami masih berhak atas proses ini,” tegas Hengki.

Ia memastikan proses pengembalian berkas pencalonan Steven Izaac Risakotta telah dilakukan sesuai jadwal pendaftaran yang ditetapkan pada 1-3 September 2026.

Hengki mengatakan seluruh tahapan tersebut telah berlangsung berdasarkan mekanisme serta kewenangan yang diberikan.

“Kami pun telah menegaskan saat pengembalian berkas di hadapan Steering Committee. Jadi kalau berkas tidak diproses, maka saya pastikan Musda yang kalian gelar akan bergejolak. Saya pastikan itu,” tandasnya.

Hengki bahkan menyatakan persoalan tersebut akan dibawa ke tingkat DPP Partai Golkar apabila proses pencalonan Steven tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

“Dan kejahatan yang kalian lakukan akan sampai ke meja Ketua Umum Pak Bahlil Lahadalia dan Sekjen Pak Sarmuji,” tegasnya. (ji2)

1 Menyukai postingan ini