-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id — Keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk mengubur impian meraih pendidikan tinggi. Bagi Christina Anamaria Pattinama, kesempatan memperoleh beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjadi jalan penting untuk membuktikan bahwa anak daerah juga mampu berprestasi dan menyelesaikan pendidikan dengan hasil membanggakan.
Perempuan asal Negeri Oma, Kabupaten Maluku Tengah, ini berhasil menuntaskan pendidikan pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pattimura (Unpatti), dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84.
Lebih membanggakan lagi, Christina mampu menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 10 bulan atau kurang dari empat tahun.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan beasiswa KIP Kuliah yang diterimanya sejak semester pertama hingga semester kedelapan. Bantuan pemerintah itu menjadi penopang penting yang memberinya kesempatan untuk fokus menjalani perkuliahan hingga berhasil meraih gelar sarjana.
Christina mengaku bersyukur dan bangga karena memperoleh kesempatan yang tidak selalu dimiliki setiap anak muda, khususnya mereka yang berasal dari wilayah kepulauan dan pelosok Maluku.
Baginya, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan untuk membiayai pendidikan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi jembatan bagi generasi muda dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk mengejar cita-cita dan membangun masa depan.
Pengalaman itulah yang mendorong Christina berharap pemerintah terus memperluas perhatian terhadap pemerataan akses beasiswa, terutama bagi anak-anak di wilayah pelosok Maluku.
Menurutnya, banyak generasi muda di daerah yang memiliki kemampuan dan semangat belajar, tetapi membutuhkan dukungan agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kesempatan pendidikan, kata dia, harus terbuka seluas-luasnya sehingga anak-anak Maluku, dari kota hingga desa terpencil, memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan.
Sebagai lulusan Universitas Pattimura, Christina juga menyimpan kebanggaan tersendiri. Ia berharap semakin banyak putra-putri daerah yang berhasil mengenyam pendidikan tinggi, kemudian kembali mengambil peran dalam pembangunan Maluku.
Pesan khusus juga disampaikan Christina kepada mahasiswa dan calon penerima KIP Kuliah lainnya. Ia mengingatkan agar kesempatan memperoleh beasiswa tidak disia-siakan.
Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga semangat, dan menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik merupakan bentuk tanggung jawab atas kesempatan yang telah diberikan.
Sebab, beasiswa bukan hanya tentang biaya kuliah yang ditanggung pemerintah. Di balik bantuan tersebut, ada harapan keluarga, masa depan generasi muda, dan cita-cita besar untuk membangun daerah.
Perjalanan Christina menjadi bukti bahwa ketika kesempatan pendidikan terbuka, anak-anak Maluku mampu menunjukkan prestasi dan bersaing melalui kemampuan mereka.
Dari Negeri Oma, ia membawa pesan bahwa keterbatasan bukan akhir dari sebuah perjuangan. Dengan kesempatan, kerja keras, dan tekad yang kuat, cita-cita dapat diraih dan pendidikan bisa menjadi jalan untuk mengubah masa depan. (ji3)

