Penampilan tarian khas Maluku Tenggara dalam Festival Pesona Meti Kei (FPMK) Tahun 2026, Sabtu (24/10). (Ist)

Anggaran FPMK 2026 Hanya Rp300 Juta, Thaher Hanubun: Berkat Yelim, Kegiatan Bernilai Miliaran!

17

Langgur, JejakInfo.id — Anggaran sekitar Rp300 juta ternyata mampu menghadirkan kemeriahan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 yang terlihat bernilai jauh lebih besar.

Di balik suksesnya festival pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, ada kekuatan budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Kei: Yelim, tradisi gotong royong dan saling membantu.

Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menyelenggarakan festival yang meriah. Keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), sponsor, mitra, dan masyarakat menjadi kekuatan utama yang membuat FPMK 2026 berlangsung semarak hingga puncak acara di Pantai Ngurbloat, Sabtu (24/10/2026).

Thaher bahkan mengaku Gubernur Maluku sempat terheran-heran ketika mengetahui besaran anggaran festival tersebut. Pasalnya, kemeriahan kegiatan yang disaksikan langsung itu dinilai memiliki skala yang jauh melampaui anggaran pemerintah daerah.

“Itulah kami orang Kei yang punya tradisi Yelim, tradisi gotong royong, saling bantu. Barusan saja saya ngobrol-ngobrol dengan Bapak Gubernur. Bapak Gubernur tanya, ini anggarannya berapa? Ketika saya bilang kurang lebih Rp300 juta, beliau terheran-heran. Kok bisa? Kalau lihat kegiatan seperti ini berarti kurang lebih di atas Rp1 miliar,” ujar Thaher di sela-sela FPMK.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi Yelim bukan sekadar warisan budaya yang dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari, melainkan juga kekuatan nyata dalam menggerakkan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama.

Melalui semangat saling membantu, berbagai pihak mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Pemerintah daerah tidak bekerja sendirian, sementara dukungan sponsor, mitra, OPD, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan rangkaian festival.

Bagi masyarakat Kei, Yelim memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar gotong royong. Tradisi ini mencerminkan solidaritas, kepedulian, dan tanggung jawab bersama yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Nilai-nilai tersebut pula yang menjadi modal sosial bagi Maluku Tenggara untuk mengembangkan berbagai kegiatan pembangunan, termasuk pelestarian budaya dan promosi pariwisata.

Thaher menilai semangat Yelim perlu terus dirawat agar kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat tetap menjadi fondasi dalam membangun daerah.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat memungkinkan berbagai kegiatan terlaksana dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal.

FPMK 2026 sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya masyarakat Kei kepada para pengunjung. Wisatawan tidak hanya disuguhi keindahan alam dan fenomena meti, tetapi juga dapat melihat nilai kebersamaan yang hidup dalam keseharian masyarakat setempat.

Pantai Ngurbloat, dengan hamparan pasir putih dan panorama lautnya, menjadi latar penyelenggaraan festival yang memadukan pariwisata, budaya, dan partisipasi masyarakat.

Di sisi lain, Thaher menyampaikan apresiasi kepada media cetak dan elektronik yang turut memberitakan potensi wisata serta kekayaan budaya Maluku Tenggara.

Menurutnya, peran media sangat penting untuk memperluas jangkauan promosi Kepulauan Kei, sehingga keindahan alam dan tradisi masyarakatnya semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui FPMK 2026, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap promosi pariwisata tidak berhenti pada kemeriahan festival. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya, meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Anggaran boleh terbatas, tetapi semangat kebersamaan tidak boleh dibatasi. FPMK 2026 menjadi gambaran bagaimana tradisi Yelim tetap relevan dan mampu menjadi kekuatan masyarakat Kei dalam menggerakkan kegiatan bersama sekaligus memperkenalkan kekayaan Maluku Tenggara kepada dunia. (ji4)

1 Menyukai postingan ini