-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




Dobo, JejakInfo.id — Suasana Gedung Lantai II BPKAD, Kamis pagi (9/4), terasa berbeda. Sejak pukul 10.00 WIT, ruangan itu dipenuhi berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan yang datang dengan satu tujuan: menentukan arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Aru ke depan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027. Sebuah forum yang bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang bertemunya harapan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Acara dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Aru, Tomotius Kaidel. Ia menegaskan bahwa Musrenbang adalah titik krusial dalam merumuskan masa depan daerah. Di forum inilah, aspirasi dari desa hingga kecamatan dipertemukan, diuji, lalu dirumuskan menjadi arah pembangunan yang nyata.
Bupati menegaskan, Musrenbang sebagai forum strategi untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan prioritas pembangunan daerah agar tercipta perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan dan akuntabel.
Tema yang diusung tahun ini mencerminkan ambisi besar daerah: memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien, sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan UMKM.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam forum tersebut mulai dari unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, jajaran perangkat daerah, hingga perwakilan masyarakat. Tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh agama, dan kalangan akademisi turut ambil bagian, memperkaya perspektif dalam setiap pembahasan.
Diskusi berjalan dinamis. Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, hingga penguatan sektor pendidikan dan kesehatan yang dinilai sebagai fondasi utama pembangunan manusia.
Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada pengembangan ekonomi lokal. Potensi daerah dinilai besar, namun membutuhkan sentuhan kebijakan yang tepat agar benar-benar memberi dampak bagi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan pun menjadi bagian penting dalam pembahasan.
Yang menarik, forum ini bukan sekadar mendengar, tetapi juga menyaring. Usulan-usulan yang sebelumnya muncul dari Musrenbang tingkat desa dan kecamatan kembali diverifikasi, diselaraskan, dan dipertajam agar sejalan dengan arah pembangunan yang lebih luas.
Di balik jalannya forum, tersimpan harapan besar. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa dokumen RKPD 2027 bukan hanya rencana di atas kertas, melainkan cerminan kebutuhan riil masyarakat tepat sasaran dan mampu menjawab tantangan yang ada.
Musrenbang ini pun menjadi simbol komitmen bersama. Bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus dibangun dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, antara rencana dan kebutuhan nyata.
Menjelang siang, tepat pukul 13.16 WIT, kegiatan ditutup. Namun, yang berakhir hanyalah forum hari itu. Proses panjang merancang masa depan Kepulauan Aru baru saja dimulai. (ji3)



