Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun meresmikan Arca Kristus Raja Semesta Alam di kawasan Stasi Santo Paulus Ohoi Wain, Kamis (28/5). Peresmian ini disaksikan langsung Uskup Diosis Amboina, Mgr. Senno Ngutra. (Ist)

Arca Kristus Raja Semesta Alam Jadi Simbol Harapan dan Penguatan Iman Umat di Wain

18

Langgur, JejakInfo.id — Suasana penuh sukacita menyelimuti Ohoi Wain, Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (28/5). Ratusan umat Katolik memadati kawasan Stasi Santo Paulus Wain untuk menyaksikan peresmian Arca Kristus Raja Semesta Alam, yang kini menjadi simbol baru penguatan iman dan kehidupan rohani masyarakat setempat.

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, bersama Uskup Diosis Amboina, Mgr. Senno Ngutra, ditandai dengan penandatanganan prasasti di tengah antusiasme umat yang hadir.

Sebelum prosesi peresmian, Uskup Senno Ngutra memimpin Misa Kudus sekaligus pemberkatan arca. Momen itu berlangsung khidmat dan menyentuh, menghadirkan suasana doa yang mendalam bagi umat Katolik di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Thaher mengungkapkan bahwa pembangunan arca dan taman ziarah tersebut lahir dari kerinduan panjang umat Katolik Kuasi Paroki Santo Paulus Wain untuk memiliki tempat doa dan refleksi rohani.

“Kerinduan umat Katolik akhirnya terjawab. Saya sering melewati jalan ini dan melihat sendiri bagaimana keseriusan umat menyelesaikan pekerjaan ini,” ujar Thaher.

Ia mengisahkan, arca tersebut sebelumnya pernah dibangun, namun mengalami kerusakan. Semangat gotong royong dan kebersamaan umat kemudian menghidupkan kembali pembangunan hingga akhirnya berdiri megah seperti saat ini.

Bagi Thaher, Arca Kristus Raja Semesta Alam bukan sekadar bangunan monumental atau karya seni semata. Lebih dari itu, arca tersebut menjadi lambang kehadiran Tuhan yang mempersatukan dan menguatkan kehidupan spiritual umat.

“Kehadiran arca ini bukan hanya menjadi pajangan, tetapi tanda kehadiran Allah yang merajai hati umat-Nya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa tempat ziarah tidak boleh hanya ramai dikunjungi, tetapi harus menjadi ruang yang menghidupkan iman dalam keseharian. Menurutnya, taman ziarah harus menjadi tempat umat mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus mempererat kasih persaudaraan.

“Tempat ini harus menjadi ruang umat semakin dekat dengan Tuhan dan menghasilkan buah-buah kebaikan bagi sesama,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjut Thaher, akan terus mendukung pembangunan kehidupan rohani masyarakat melalui penyediaan sarana ibadah dan tempat ziarah.

Ia berharap umat Stasi Santo Paulus Wain menjaga dan memanfaatkan kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan kerohanian dan pembinaan iman secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Thaher juga menyampaikan apresiasi kepada Alfred Betaubun atas dukungan dan kontribusinya dalam pembangunan arca tersebut.

“Terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya. Mari kita doakan beliau,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Thaher menegaskan bahwa makna sejati Arca Kristus Raja Semesta Alam terletak pada cara umat menjalani hidup sehari-hari — saling mengasihi, menjauhi dendam, dan hidup dalam kepedulian terhadap sesama.

“Kalau umat tidak saling mengasihi dan hidup jauh dari nilai-nilai kasih, maka kehadiran arca ini akan menjadi sia-sia,” pungkasnya. (ji4)