Laga semifinal antarkampung Soekarno Cup U17 yang berlangsung di Lapangan Polres Maluku Tengah, Jumat (29/5), sore, terpaksa dihentikan setelah bentrokan antarsuporter pecah di tengah laga. (Ist)

Semifinal Soekarno Cup U17 di Masohi Ricuh, Suporter Bentrok hingga Jalan Antarwilayah Diblokade

26

Masohi, JejakInfo.id – Laga semifinal turnamen antarkampung Soekarno Cup U17 yang mempertemukan Amahai FC melawan Haya FC di Lapangan Polres Maluku Tengah, Jumat (29/4), berakhir ricuh. Pertandingan terpaksa dihentikan setelah bentrokan antarsuporter pecah di tengah laga.

Kericuhan bermula saat Haya FC tengah unggul telak 5-0. Di tengah dominasi tersebut, sejumlah pendukung Haya FC diduga tidak puas dengan jalannya pertandingan dan tiba-tiba masuk ke area lapangan. Situasi memanas ketika dua pemain Amahai FC menjadi sasaran pemukulan.

Aksi itu langsung memicu reaksi dari suporter Amahai FC. Bentrokan tak terhindarkan. Suasana stadion berubah kacau hingga wasit memutuskan menghentikan pertandingan demi menghindari kerusuhan yang lebih besar.
Aparat keamanan yang berjaga di lokasi segera turun tangan untuk membubarkan massa dan mengendalikan situasi. Namun ketegangan rupanya belum mereda.

Usai insiden di lapangan, massa pendukung Amahai FC meluapkan kemarahan dengan memblokade ruas jalan menuju Amahai, baik jalur bawah maupun jalur atas di kawasan Gunung Karai. Aksi tersebut sempat membuat arus transportasi lumpuh.

Di saat bersamaan, informasi yang beredar di grup Facebook Gerbang Malteng menyebutkan aksi pemalangan jalan juga terjadi di Negeri Haya.

Situasi memanas hingga menjalar ke pusat Kota Masohi pada malam hari. Sekitar pukul 21.00 WIT, sejumlah warga Haya yang masih berada di kota turun ke jalan dan melakukan aksi di kawasan protokol depan Tugu Pamahanunusa Kota Masohi.

Insiden di kawasan Tugu Pamahanunusa Kota Masohi.

Beberapa kios milik warga yang berada di pinggir jalan dilaporkan menjadi sasaran amukan massa. Beruntung, aparat kepolisian bergerak cepat sehingga situasi perlahan dapat dikendalikan.

Akibat akses jalan yang sempat ditutup, warga Haya belum dapat kembali ke kampung halaman mereka. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalatta bersama Wakapolres Maluku Tengah langsung berkoordinasi dengan Raja Amahai.

Meski akses jalan akhirnya dibuka kembali, warga Haya diminta untuk sementara tidak melakukan perjalanan pulang mengingat kondisi sudah larut malam dan situasi keamanan belum sepenuhnya stabil.

Saat ini, warga dan suporter Haya FC untuk sementara diinapkan di Pendopo Bupati dan Baileo Pamahanunusa hingga situasi benar-benar kondusif.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pihak-pihak yang mencoba memperkeruh keadaan. (ji5)