-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Setelah lama mati suri akibat berbagai persoalan operasional, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pembenahan besar-besaran yang dilakukan dalam enam bulan terakhir kini memasuki tahap akhir, dan manajemen memastikan sejumlah armada akan kembali melayani masyarakat pada akhir Mei mendatang.
Direktur Utama Perumda Panca Karya, Muhamad Rany Tualeka mengaku optimistis perusahaan daerah itu dapat bangkit dan kembali menjadi salah satu penopang pendapatan daerah di Maluku.
“Keinginan kami besar untuk bisa kembali memberikan dividen kepada daerah. Tetapi kami tidak ingin hanya mengejar target tanpa memperbaiki fondasi perusahaan. Armada adalah sumber utama pendapatan kami. Kalau kapal belum siap beroperasi secara maksimal, tentu kontribusi untuk daerah juga tidak akan optimal,” ujarnya, Senin (11/5).
Tiga armada yang dipastikan segera kembali beroperasi yakni Tatihu Tanjung Kuat, Tatihu Tanjung Soleh, dan kapal andalan KMP Bahtera Nusantara 02.
Di antara ketiganya, KMP Bahtera Nusantara 02 menjadi yang paling dinanti masyarakat. Kapal tersebut disebut memiliki fasilitas lebih nyaman dibanding armada lain dan selama ini dikenal sebagai “primadona” pelayaran milik Perumda Pancakarya.
“Bahtera Nusantara 02 ini punya standar pelayanan yang lebih baik. Masyarakat juga sudah mengenal kapal ini sebagai armada yang nyaman dan representatif,” katanya.
Sebelumnya, pengoperasian kapal sempat ditargetkan berlangsung pada Maret lalu. Namun jadwal itu harus mundur karena manajemen memilih melakukan penyempurnaan secara menyeluruh demi menjamin keamanan dan kenyamanan pelayaran.
Menurut Dirut, secara teknis kapal sebenarnya sudah layak beroperasi. Namun pihaknya tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan pelayaran sebelum seluruh komponen benar-benar siap.
“Kami tidak mau terburu-buru. Ada satu komponen penting yang harus diganti dan pengadaannya dilakukan dari Jakarta. Pengirimannya membutuhkan waktu karena bobotnya hampir 10 ton,” jelasnya.
Komponen tersebut diperkirakan tiba di Ambon pada pertengahan hingga akhir Mei. Jika proses pemasangan berjalan lancar, KMP Bahtera Nusantara 02 ditargetkan langsung masuk lintasan pada akhir bulan ini.
Meski sempat terbengkalai selama kurang lebih tiga tahun, kondisi kapal disebut tidak mengalami kerusakan berat. Mesin utama dan sistem inti kapal masih dalam kondisi baik.
“Kerusakannya tidak fatal. Hanya ada satu bagian yang memang harus diganti. Karena itu kami mendatangkan teknisi langsung dari perusahaan pembuat kapal di Jakarta agar penanganannya benar-benar sesuai standar,” ungkapnya.
Pembenahan armada dilakukan di galangan kapal Via Pioneer dengan nilai investasi yang cukup besar. Namun manajemen memastikan seluruh pengeluaran dilakukan melalui perhitungan matang agar memberikan hasil nyata bagi perusahaan maupun masyarakat.
Selain persoalan teknis, Perumda Panca Karya juga menghadapi tantangan administratif terkait penyesuaian dokumen pelayaran dari sistem SIUPAL menuju Inaportnet yang kini menjadi standar nasional.
Dirut menjelaskan, status Perumda yang berbeda dengan perusahaan berbentuk PT membuat sejumlah proses administrasi membutuhkan penyesuaian tambahan.
“Karena itu kami menggunakan jasa agen profesional agar seluruh proses berjalan sesuai aturan,” katanya.
Kembalinya armada Perumda Panca Karya diharapkan tidak hanya menghidupkan perusahaan daerah, tetapi juga membantu memperkuat konektivitas antarwilayah kepulauan di Maluku.
Sebagian besar lintasan yang akan dilayani masuk dalam skema subsidi, sehingga diharapkan mampu menekan biaya distribusi barang dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah-daerah terpencil.
“Kalau akses transportasi laut lancar, biaya logistik pasti turun. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat karena harga barang menjadi lebih stabil,” jelasnya.
Permintaan penambahan lintasan bahkan mulai berdatangan dari sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Kepulauan Aru. Menurut Dirut, pemerintah daerah setempat telah menyampaikan harapan agar konektivitas laut ke wilayah mereka dapat diperkuat.
“Kami siap menjalankan jika sudah ada keputusan resmi dari pemerintah dan instansi terkait,” tegasnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat turut mendukung proses kebangkitan Perumda Panca Karya agar transportasi laut di Maluku kembali hidup dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau konektivitas berjalan baik, maka kemajuan ekonomi Maluku bukan lagi sekadar harapan,” pungkasnya. (ji2)


