-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Hujan mengguyur Kota Ambon, Senin sore. Di tengah suasana Ramadhan yang khidmat, Aula Lantai 3 Universitas Pattimura menjadi ruang pertemuan yang sarat makna. Para petinggi kampus, aparat keamanan, dan tokoh agama duduk satu meja, membuka puasa bersama, sekaligus merajut kembali ketenangan yang sempat terusik insiden Jumat (27/2) malam.
Pertemuan yang diinisiasi rektorat itu dipimpin langsung Rektor Unpatti, Prof. Dr. Freddy Leiwakabessy, M.Pd. Hadir pula Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto, Kapolresta Ambon Kombes Yoga Putra Prima Setya, Ketua MUI Maluku Abdullah Latuapo, Wakil Ketua I MPH Sinode GPM Pdt. Ricardo Rikumahu bersama anggota MPH Phill Latumerissa, Wakil Rektor I Prof. Dr. Dominggus Malle, M.Si., Wakil Rektor II Prof. Dr. Pieter Kakisina, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Nur Aida Kubangun, M.Pd, Wakil Rektor IV Dr. Ruslan Tawari, M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. Teddy Christianto Leasiwal, SE.,M.Si, Ketua PPG Unpatti Dr. Agust Ufi, M.Pd., Wakil Dekan III FKIP Prof. Dr. Anderson Palinussa, serta pimpinan OKP GMKI dan HMI Cabang Ambon.
Tak sekadar forum resmi, pertemuan itu menjadi panggung penegasan sikap: kampus tidak lari dari tanggung jawab.
Rektor Freddy dalam pengantarnya menyampaikan bahwa pihak kampus bertanggung jawab atas upaya penyembuhan dan pemulihan korban yang kini dirawat di RSUP dr. J. Leimena. Ia memastikan, bila pelaku terbukti mahasiswa, proses akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami tetap bertanggung jawab dan berupaya menjaga situasi keamanan di dalam kampus benar-benar terjaga dengan baik, sambil tetap mengedepankan prinsip hidup orang basudara. Ini tanggung jawab moral kami,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto meluruskan sejumlah informasi yang beredar. Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, insiden terjadi saat Fakultas Ekonomi dan Bisnis tengah menggelar rapat kerja. Peristiwa yang terjadi di luar area kampus disebutnya tidak berkaitan dengan aktivitas mahasiswa.
Menurutnya, karakter mahasiswa adalah berpikir kritis dan ilmiah, menyampaikan gagasan melalui ruang akademik, bukan melalui cara-cara premanisme.
Kapolda juga menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang berpotensi membangun opini seolah-olah terjadi konflik antarkelompok mahasiswa hingga mengarah pada isu SARA. Ia mengingatkan, Maluku memiliki sejarah kelam yang tidak boleh terulang.
“Ini yang harus kita hindari. Kita memiliki sejarah kelam, dan kita tidak ingin hal itu terjadi lagi. Ini yang harus dipegang teguh,” ujarnya.
Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, lanjut Kapolda, tetap menjadi prioritas. Semua pihak diminta menahan diri, tidak melontarkan pernyataan provokatif, serta mendukung kepolisian dalam mengusut tuntas kasus penikaman tersebut.
“Kita bersyukur korban (DL) sudah tertangani dengan baik di rumah sakit. Proses hukum tetap berjalan. Dan saya yakin Pak Rektor akan mengambil langkah konkret jika ada keterlibatan mahasiswa,” pungkasnya.
Di tempat yang sama Ketua MUI Maluku Prof. Abdullah Latuapo, M.Ag mengaku, peristiwa ini sudah terjadi, dan sampai saat ini belum diketahui siapa pelakunya.
"Jadi kita belum bisa mengatakan pelakunya mahasiswa atau siapa. Karena itu saya sarankan kepada pihak kepolisian untuk betul-betul mengusut secara tuntas. Siapapun yang tahu akan insiden ini menyampaikan ke pihak kepolisian untuk membantu tugas-tugas penyelidikan dan penyidikan," tegasnya.
Ia menghimbau kepada mahasiswa dan semua pihak untuk bertanggung jawab membantu pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga situasi Kamtibalmas, apalagi di bulan puasa ini.
Senada Wakil Ketua I MPH Sinode GPM, Pdt. Ricardo Rikumahu menegaskan, umat dan masyarakat termasuk mahasiswa harua bekerja menjaga harmoni sosial di Maluku.
"Ini pekerjaan berat. Tapi kita bersyukur apa yang dianggap berat itu masih bisa tertangani," ucapnya.
Menurutnya, ia pernah hidup di dunia aktifis dan tahu betul dunia itu. Sampai hari ini pun pihaknya masih berharap peristiwa ini bukan antara GMKI dan HMI.
"Kita proteksi diri sedini mungkin agar jangan kita dirasuki untuk memecah bela hubungan yang selama ini terbangun," pintanya.
Ia berharap, pihak rektorat Unpatti mengeluarkan peraturan agar kampus ini dijaga marwahnya. Karena kampus bukan tempat bagi orang-orang itu. Sejatinya pikiran yang dibangun bersama ialah menggumuli dan berjuang terhadap kemaslahatan sosial, ketimbang masuk di ruang-ruang konflik yang tidak penting.
"Kalau telah terdeteksi itu anggota GMKI kita akan gunakan aturan organisasi untuk menindak," tegasnya.
Kekom HMI Ekonomis dan Bisnis M. Zaki Basry meminta Kapolda Maluku untuk mempercepat proses penyelidikan dan penyidikan.
"Kalau terduga pelaku adalah mahasiswa kami minta Pak Rektor untuk mengambil langkah bila perlu diberhentikan dan dipecat dari mahasiswa. Dan para pemicu di Raker bisa diproses," pintanya.
Kekom GMKI Ekonomis Bisnis Refalia Polattu mengaku, sesungguhnya yang terjadi itu kegiatan Raker DPMF. Dan insiden penikaman itu terjadi diluar kampus.
"Kami sudah duduk bersama untuk membicarakan persoalan ini. Hubungan kami dengan komisariat HMI baik-baik saja tidak ada perseteruan apapun. Ini dinamika forum yang tidak pernah terpikirkan akan terjadinya insiden diluar ekspektasi kami," tegasnya.
Sekum Badko HMI Syahrul Wadjo menegaskan, jika yang terjadi adalah Raker DPMF jangan digiring ke konflik HMI-GMKI.
"Kalau Raker kampus, ya piurnya Raker. Karena itu saya meminta adik-adik (HMI) mari kita serahkan ke pihak kepolisian. Bantu aparat untuk mengungkap. Jangan lagi kita memframing yang dapat memicu konflik melebar," tegasnya.
Pertemuan yang berlangsung sekira Pukul 17.00 WIT berkahir sekira Pukul 21.30 WIT dengan dilakukan penandatanganan nota kesepakatan damai dan penyerahan kasusnya ke pihak kepolisian. (tim)



