-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026, perhatian terhadap akses siaran bagi masyarakat mulai menguat. Di Maluku, isu ini tak sekadar soal tontonan, tetapi juga tentang pemerataan informasi di wilayah kepulauan.
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku bergerak cepat. Dalam waktu dekat, mereka akan memanggil pihak TVRI Maluku untuk duduk bersama, membahas kesiapan siaran ajang sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.
Ketua KPID Maluku, Mutiara Watubun, menegaskan bahwa langkah ini bukan tanpa alasan. Antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia selalu melampaui program siaran lainnya. Euforia itu, kata dia, harus diimbangi dengan jaminan akses yang merata dan tanpa biaya.
“TVRI memegang hak siar di Indonesia, maka sudah menjadi kepentingan bersama untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk di Maluku, bisa menikmati siaran ini dengan mudah,” ujarnya.
Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada Juni hingga Juli diperkirakan kembali menyedot perhatian publik secara masif. Namun di Maluku, tantangan klasik selalu muncul: kondisi geografis yang tersebar dalam gugusan pulau membuat distribusi siaran tidak sesederhana di wilayah daratan luas.
Karena itu, rapat yang direncanakan tak hanya bersifat seremonial. KPID ingin mengupas strategi konkret TVRI, mulai dari pola distribusi siaran hingga kemungkinan kerja sama dengan pihak lain agar jangkauan siaran semakin luas.
“Kami ingin tahu langkah-langkah teknis mereka. Apakah ada kolaborasi, bagaimana distribusinya, dan apa solusi untuk wilayah yang selama ini sulit dijangkau,” kata Watubun.
Lebih jauh, pembahasan juga akan menyentuh persoalan lama yang belum sepenuhnya terurai: kesenjangan akses informasi di daerah terpencil. Bagi Maluku, ini bukan isu baru, melainkan pekerjaan rumah yang terus berulang setiap kali ada siaran nasional berskala besar.
“Geografi Maluku menghadirkan tantangan tersendiri. Tapi di sisi lain, TVRI memiliki tanggung jawab untuk menjangkau seluruh pelosok. Ini yang akan kami dorong bersama,” tuturnya.
Di tengah gegap gempita pesta sepak bola dunia, harapan masyarakat Maluku sederhana: bisa ikut merasakan atmosfer yang sama, tanpa terhalang jarak dan keterbatasan infrastruktur. (ji2)





