Bahas tambang di Ohoi Tamngil, Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun dan tokoh adat temui Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa di Ambon, Rabu (3/6). (Ist)

Bahas Tambang di Ohoi Tamngil, Bupati Malra dan Tokoh Adat Temui Gubernur Maluku

497

Ambon, JejakInfo.id – Rencana aktivitas penambangan galian C di wilayah petuanan Ohoi Tamngil, Kecamatan Kei Besar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, menjadi pembahasan penting dalam rapat yang dipimpin Gubernur Maluku di Ambon, Rabu (3/6).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Maluku itu dihadiri Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanunun, perangkat Ohoi Tamngil, tokoh adat, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Maluku menegaskan bahwa dirinya tidak akan terburu-buru mengambil keputusan terkait permohonan izin penambangan yang diajukan PT Batu Hitam. Menurutnya, setiap tahapan harus dilalui sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam penerbitan izin galian C, Gubernur menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menetapkan kebijakan. Ia memastikan seluruh proses akan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, Gubernur menepis anggapan bahwa pemerintah provinsi menghambat masuknya investasi. Ia menyatakan bahwa apabila seluruh kajian dan rekomendasi dari instansi terkait telah memenuhi persyaratan, maka proses perizinan akan segera ditindaklanjuti.

“Kalau semua syarat sudah dipenuhi dan hasil kajian menyatakan layak, tentu prosesnya akan berjalan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan masyarakat Ohoi Tamngil yang telah menyampaikan dukungan secara resmi melalui surat pernyataan bersama.

Dokumen tersebut diketahui ditandatangani oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, Badan Saniri Ohoi, lembaga adat, perwakilan marga, tokoh pemuda hingga tokoh agama. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk kesepahaman masyarakat terhadap rencana investasi yang akan masuk ke wilayah mereka.

Namun demikian, Gubernur mengingatkan agar komitmen yang telah disampaikan tidak berhenti pada dokumen semata. Ia meminta pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat tetap konsisten apabila nantinya muncul berbagai pandangan atau penolakan dari pihak luar.

Menurutnya, persatuan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat.

Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kerukunan dan menghindari konflik yang dapat menghambat pembangunan. Ia meyakini bahwa suasana yang aman dan kondusif akan membuka lebih banyak peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan Gubernur Maluku, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, jajaran OPD, serta perwakilan masyarakat Ohoi Tamngil yang hadir dalam pertemuan tersebut. (ji5)