-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id – Keindahan Kepulauan Banda yang selama berabad-abad dikenal dunia kini semakin dekat menuju panggung pariwisata nasional. Pemerintah Provinsi Maluku secara resmi telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat agar Banda ditetapkan sebagai Destinasi Wisata Prioritas Nasional, sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu membuka babak baru pembangunan kawasan bersejarah tersebut.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang lebih dahulu diajukan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir. Sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi itu menjadi bukti keseriusan Maluku dalam memperjuangkan Banda sebagai salah satu ikon pariwisata Indonesia.
Gayung pun bersambut. Pemerintah Pusat memberikan sinyal positif terhadap gagasan tersebut. Dukungan itu telah terlihat sejak tahun lalu ketika Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas berkunjung ke Maluku dan memaparkan Master Plan Pembangunan Banda. Kehadiran dokumen perencanaan itu menjadi fondasi penting dalam upaya menjadikan Banda sebagai kawasan wisata yang berkembang secara terarah, berkelanjutan, sekaligus mampu bersaing di tingkat internasional.
Bukan tanpa alasan Banda dinilai layak menyandang status tersebut. Gugusan pulau kecil di jantung Laut Banda itu telah lama dikenal dunia sebagai "Kepulauan Rempah" yang menjadi saksi sejarah perdagangan internasional sejak ratusan tahun silam. Nama Banda bahkan telah memiliki nilai historis dan reputasi global yang sangat kuat, menjadikannya memiliki brand equity yang tidak dimiliki banyak daerah wisata lainnya di Indonesia.
Di balik sejarahnya yang mendunia, Banda juga menyimpan pesona alam yang luar biasa. Hamparan laut berwarna biru jernih dengan terumbu karang yang masih alami menjadikannya surga bagi penyelam dari berbagai negara. Panorama pantai, pulau-pulau kecil yang eksotis, hingga keindahan Gunung Api Banda menghadirkan pengalaman wisata yang sulit ditemukan di tempat lain.
Tidak hanya itu, kawasan ini juga kaya akan peninggalan sejarah dan budaya. Benteng-benteng peninggalan kolonial, bangunan berarsitektur tua, perkebunan pala yang menjadi saksi kejayaan perdagangan rempah dunia, hingga tradisi masyarakat yang masih terpelihara menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati perpaduan wisata alam, sejarah, dan budaya dalam satu destinasi.
Namun, di balik seluruh potensi besar tersebut, Banda masih menghadapi tantangan yang cukup mendasar, yakni keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur pendukung. Selama ini banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang mengaku tertarik berkunjung ke Banda, tetapi harus mengurungkan niat karena perjalanan menuju kawasan itu masih memerlukan waktu panjang dengan pilihan moda transportasi yang terbatas.
Persoalan inilah yang menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Maluku. Tanpa akses yang mudah, potensi pariwisata sebesar apa pun akan sulit berkembang secara optimal.
Komitmen pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut terlihat saat Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja ke Banda pada Jumat (10/7). Dalam kunjungan itu, Menteri meninjau langsung kondisi lapangan terbang yang saat ini hanya mampu melayani pesawat berukuran kecil seperti Cassa maupun Cessna.
Gubernur Hendrik Lewerissa memanfaatkan momentum tersebut dengan mengusulkan pembangunan bandar udara baru atau memperpanjang landasan pacu yang sudah ada. Menurutnya, Banda membutuhkan bandara yang mampu didarati pesawat berbadan lebih besar seperti Boeing 737 maupun Airbus A230 sehingga konektivitas menuju kepulauan tersebut dapat meningkat secara signifikan.
Untuk mewujudkan hal itu, panjang landasan pacu diperkirakan harus mencapai sedikitnya 2,5 kilometer. Jika kebutuhan tersebut dapat direalisasikan, maka akses menuju Banda akan jauh lebih mudah, biaya perjalanan berpotensi lebih efisien, dan jumlah wisatawan diprediksi meningkat secara signifikan.
Peningkatan konektivitas diyakini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Sektor perhotelan, usaha kuliner, transportasi lokal, ekonomi kreatif, hingga pelaku UMKM diperkirakan akan ikut menikmati manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.
Gubernur Hendrik Lewerissa optimistis perjuangan menjadikan Banda sebagai Destinasi Wisata Prioritas Nasional, bahkan berpeluang masuk kategori destinasi super prioritas, dapat terwujud dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan dukungan penuh Pemerintah Pusat serta pembangunan infrastruktur yang terus dipercepat, Banda diyakini siap kembali bersinar sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang tidak hanya dikenal karena sejarahnya, tetapi juga karena keindahan alam dan kekayaan budayanya yang mendunia. (ji2)


