Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Budhi Toffy. (Dok. RRI Tual)

Bandara Karel Sadsuitubun, Wajah Pertama Pariwisata Maluku Tenggara

862

Langgur, JejakInfo.id — Begitu roda pesawat menyentuh landasan Bandara Karel Sadsuitubun, wisatawan sejatinya telah memulai perjumpaan pertama dengan Maluku Tenggara. 

Bandara ini bukan sekadar pintu masuk, melainkan etalase awal yang menampilkan wajah pariwisata Kepulauan Kei.

Kesadaran itulah yang ditekankan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Budhi Toffy seperti dikutip RRI.co.id, Sabtu (10/1).

Menurutnya, kesan pertama memiliki peran penting dalam menentukan rasa penasaran, kenyamanan, hingga keinginan wisatawan untuk kembali berkunjung.

“Bandara adalah titik temu awal. Dari sinilah citra Maluku Tenggara dibentuk di benak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” ujar Budhi, Jumat (9/1).

Ia menegaskan, sinergi antara pengelola bandara dan pemerintah daerah menjadi kunci utama. Selain mendukung konektivitas udara, mulai dari pesawat berbadan lebar hingga penerbangan perintis ke pulau-pulau terluar, bandara juga diharapkan menjadi ruang promosi yang hidup dan informatif.

Kini, Bandara Karel Sadsuitubun Langgur berfungsi sebagai simpul strategis yang menghubungkan berbagai daerah di Nusantara dengan Kepulauan Kei. Di area kedatangan, wisatawan akan disuguhi informasi mengenai daya tarik wisata unggulan, kisaran tarif, hingga layanan hospitality sebagai sambutan awal.

“Wisatawan yang datang harus merasa disambut. Mereka perlu tahu apa saja potensi wisata yang ada, dan merasakan keramahan sejak langkah pertama,” kata Budhi.

Upaya itu mulai terlihat sejak awal Januari 2026. Dinas Pariwisata Maluku Tenggara telah menempatkan petugas penerima tamu di bandara. Alunan musik instrumental bernuansa Kei dan denting gong tradisional mengisi ruang kedatangan, menciptakan suasana khas yang hangat dan berkarakter.

Dalam waktu dekat, video promosi pariwisata serta baliho-baliho bergambar destinasi unggulan akan mulai ditayangkan, memperkuat identitas daerah di hadapan setiap pengunjung.

Budhi menegaskan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar promosi pariwisata Maluku Tenggara sepanjang tahun 2026. Dengan penyambutan yang terorganisir dan informasi yang mudah diakses, pemerintah daerah berharap wisatawan merasa nyaman, ingin kembali, dan membawa cerita baik tentang Kei ke berbagai penjuru.

“Pelayanan ramah dan konten promosi yang kuat di bandara adalah investasi awal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” pungkasnya. (ji4)