Menuju Konfercab XXXV GMKI Ambon, Renno Patty Tawarkan Arah Baru Pergerakan

160

Ambon, JejakInfo.id — Suasana Sekretariat GMKI Cabang Ambon di Jalan Siwabessy 26 terasa lebih hidup dari biasanya. Menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) XXXV yang akan digelar di Gereja Bethesda Jemaat GPM Nusaniwe Airlouw, dinamika internal organisasi mahasiswa Kristen ini mulai menghangat. Di tengah arus diskusi dan harapan kader, satu nama tampil menyatakan kesiapan: Renno L. Z. Patty.

Renno bukan sekadar datang membawa ambisi. Pencalonannya sebagai Bakal Calon Ketua Cabang GMKI Ambon periode 2025–2027 lahir dari kegelisahan panjang melihat GMKI yang, menurutnya, harus kembali menemukan denyut hidupnya sebagai ruang kaderisasi yang relevan dan berdampak.

“GMKI tidak boleh berhenti sebagai rutinitas organisasi. Ia harus menjadi rumah yang menumbuhkan iman, mengasah nalar, dan menggerakkan keberpihakan,” ujarnya.

Ia mengusung satu gagasan kunci: Siwabessy 26 Connection. Sebuah konsep yang berangkat dari kesadaran sederhana bahwa kekuatan GMKI terletak pada keterhubungan antar kader, antar generasi, dengan gereja, kampus, dan masyarakat. Dari sanalah Renno membingkai visinya menjadikan GMKI Cabang Ambon sebagai komunitas iman-intelektual yang progresif, kritis, dan transformatif.

Bagi Renno, GMKI harus kembali hadir dalam denyut persoalan Maluku. Bukan hanya membentuk karakter kader di ruang diskusi, tetapi juga mendorong keterlibatan nyata dalam pergumulan sosial: keadilan, perdamaian, hingga krisis ekologis yang kian terasa di wilayah kepulauan.

Gagasan besar itu diterjemahkan dalam arah gerak yang menyentuh banyak sisi. Organisasi didorong lebih rapi dan adaptif, kaderisasi diperkaya dengan ruang intelektual yang hidup, dan pelayanan sosial diperluas hingga ke desa-desa pesisir dan pedalaman. Isu agraria dan maritim yang menjadi realitas sehari-hari masyarakat Maluku mendapat tempat khusus sebagai medan pembelajaran dan perjuangan mahasiswa Kristen.

Renno juga memberi perhatian pada diplomasi lintas organisasi dan lintas iman, penguatan ekonomi kreatif kader, serta pendalaman spiritualitas yang membumi. Komitmen terhadap keadilan gender ditegaskan melalui penguatan peran kader perempuan dan kampanye anti-kekerasan. Semua dirangkai dalam semangat kebersamaan dan keterbukaan, agar GMKI benar-benar menjadi rumah bersama yang aman dan produktif.

“GMKI harus kembali dipercaya sebagai kekuatan moral dan intelektual mahasiswa Kristen,” kata Renno. “Bekerja dengan hati, ilmu, dan solidaritas.”

Dengan membawa semangat responsif, leadership, dan progresif, Renno L. Z. Patty melihat Konfercab XXXV bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum konsolidasi dan pembaruan. Sebuah kesempatan untuk menata kembali GMKI Cabang Ambon agar berdaya juang, berjejaring kuat, dan memberi kontribusi nyata bagi gereja, kampus, serta masyarakat Ambon dan Maluku secara luas. (ji3)