-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id – Persiapan menuju Kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ke-XL Tahun 2027 terus dimatangkan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh panitia adalah membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di Maluku, termasuk Kepolisian Daerah (Polda) Maluku.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi Panitia Kongres GMKI Ke-XL dengan Kapolda Maluku, Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., di Kantor Polda Maluku, kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (28/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi itu menjadi awal dari penguatan kerja sama antara panitia dengan institusi kepolisian, demi memastikan seluruh rangkaian Kongres GMKI Ke-XL dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses. Lebih dari itu, audiensi tersebut juga menjadi momentum memperkuat peran GMKI sebagai organisasi kader yang terus berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Kongres GMKI Ke-XL, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Pattimura. Turut hadir Sekretaris Panitia Pdt. Albert Latuperissa, S.Th., Ketua Divisi Acara Drs. Pelis Latuheru, Ketua Divisi Keamanan Kompol Izack Risambessy, serta Sekretaris Cabang GMKI Ambon Masa Bakti 2026–2028, Brian Lewerissa.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fredy Leiwakabessy menegaskan bahwa audiensi dengan Kapolda Maluku merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi panitia dengan seluruh stakeholder yang memiliki peran penting dalam menyukseskan penyelenggaraan Kongres GMKI Ke-XL di Kota Ambon.
Menurutnya, keberhasilan sebuah agenda nasional tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh kuatnya dukungan dan sinergi dari seluruh elemen, termasuk aparat keamanan.
"Kami berharap Polda Maluku dapat menjadi mitra strategis dalam menyukseskan Kongres GMKI Ke-XL, khususnya melalui dukungan di bidang keamanan, serta kontribusi moril dan material sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Sinergi ini penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi GMKI tetapi juga bagi masyarakat dan pembangunan di Maluku," ujar Prof. Fredy.
Ia menambahkan, Kongres GMKI Ke-XL bukan semata-mata forum organisasi untuk memilih Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pengurus Pusat GMKI yang baru. Lebih dari itu, kongres akan menjadi ruang strategis bagi kader-kader GMKI dari seluruh Indonesia untuk merumuskan berbagai pemikiran, gagasan, serta rekomendasi terhadap berbagai persoalan lokal maupun nasional.
Seluruh gagasan tersebut, lanjutnya, akan dikonsolidasikan sebagai bentuk kontribusi nyata GMKI dalam mendukung pembangunan bangsa, sekaligus memperkuat peran organisasi sebagai mitra kritis pemerintah dan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Maluku Prof. Dadang Hartanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif panitia yang membangun komunikasi sejak dini dengan Polda Maluku.
Ia menegaskan, institusi kepolisian siap memberikan dukungan terhadap berbagai agenda kemahasiswaan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Menurut Kapolda, GMKI merupakan organisasi mahasiswa yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas yang kini mengabdikan diri di berbagai sektor, baik di tingkat daerah maupun nasional.
"GMKI merupakan organisasi mahasiswa Kristen yang berkualitas dan telah melahirkan banyak sumber daya manusia yang berkiprah di berbagai bidang, baik di tingkat daerah maupun nasional. Kiranya GMKI tetap eksis dan melalui kontestasi kongres ini mampu melahirkan kader-kader Kristen yang berkualitas dan mumpuni demi pembangunan Maluku bahkan Indonesia," ujar Kapolda Maluku.
Dukungan tersebut menjadi dorongan moral bagi panitia untuk terus mematangkan seluruh persiapan menuju pelaksanaan kongres. Panitia juga menegaskan akan terus memperluas kolaborasi dengan Polda Maluku maupun berbagai instansi pemerintah lainnya agar penyelenggaraan Kongres GMKI Ke-XL berjalan optimal.
Prof. Fredy menegaskan, sebagai organisasi kader, GMKI akan terus menjaga perannya sebagai mitra kritis yang menghadirkan gagasan, pemikiran, dan program-program nyata bagi gereja, perguruan tinggi, masyarakat, maupun pemerintah daerah.
Sementara itu, usai audiensi, Sekretaris Cabang GMKI Ambon Masa Bakti 2026–2028, Brian Lewerissa, menegaskan bahwa sebagai tuan rumah Kongres GMKI Ke-XL, GMKI Cabang Ambon memiliki komitmen kuat menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk melahirkan perubahan yang konstruktif bagi Maluku.
Menurut Brian, kongres bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan nasional organisasi, tetapi juga wadah strategis untuk melahirkan gagasan-gagasan yang benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat Maluku.
"Kongres ini bukan hanya tentang suksesi kepemimpinan nasional GMKI, tetapi juga menjadi ajang untuk melahirkan berbagai gagasan yang berpihak pada kepentingan masyarakat Maluku. Gagasan-gagasan tersebut akan kami konsolidasikan dan perjuangkan agar dapat menjadi rekomendasi di tingkat nasional," katanya.
Panitia berharap, silaturahmi dan kolaborasi yang telah terbangun bersama Polda Maluku tidak berhenti setelah Kongres GMKI Ke-XL berakhir.
Sebaliknya, kemitraan tersebut diharapkan terus berlanjut dalam berbagai program yang melibatkan seluruh elemen daerah, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Ambon dan Provinsi Maluku secara berkelanjutan.
Dengan semakin eratnya sinergi antara panitia penyelenggara dan berbagai pemangku kepentingan, Kongres GMKI Ke-XL diharapkan tidak hanya menjadi perhelatan organisasi berskala nasional, tetapi juga menjadi momentum lahirnya gagasan-gagasan besar yang membawa manfaat bagi Maluku serta Indonesia. (ji5)
