Bank Maluku dan Maluku Utara kembali dipercayakan sebagai penyalur KUR. Siapkan suku bunga ringan 6 persen untuk dongkrak UMKM. (Ist)

Bank Maluku Malut Kembali Jadi Penyalur KUR, Siapkan Bunga Ringan 6 Persen untuk Dongkrak UMKM

173

Ternate, JejakInfo.id — Kabar menggembirakan datang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Maluku dan Maluku Utara. Setelah sempat vakum selama satu dekade, PT Bank Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) kini resmi kembali dipercaya sebagai bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Penunjukan ini menjadi momentum penting bagi Bank Maluku Malut untuk kembali mengambil peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Kembalinya Bank Maluku Malut sebagai penyalur KUR sekaligus menandai babak baru dalam upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha produktif di dua provinsi tersebut. Program ini sebelumnya sempat terhenti sejak 2014 akibat tingginya angka kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada penyaluran KUR kala itu.

Meski demikian, selama masa penghentian KUR, Bank Maluku Malut tetap menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM. Berbagai skema pembiayaan alternatif tetap digulirkan, seperti Kredit PUNDI, KUM Kreatif, Kredit Bangun Usaha (KBU), hingga sejumlah program kredit lainnya yang dirancang untuk membantu pelaku usaha terus bertahan dan berkembang.

Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis guna mempercepat penyaluran KUR pada semester kedua tahun ini.

Menurutnya, Bank Maluku Malut akan menghadirkan pembiayaan dengan suku bunga yang kompetitif, yakni mulai dari 6 persen hingga 9 persen, sesuai ketentuan pemerintah pusat.

“Kami sedang mengupayakan agar KUR segera dapat kembali disalurkan dengan bunga yang sangat kompetitif sesuai regulasi pemerintah pusat. Ini merupakan komitmen kami untuk mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan UMKM,” ujar Syahrisal Imbar dalam keterangan resmi yang diterima JejakInfo.id, Jumat (26/6).

Ia menambahkan, kehadiran kembali KUR di Bank Maluku Malut diharapkan menjadi angin segar bagi pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, perikanan, pertanian, hingga industri kreatif yang kini terus berkembang di Maluku dan Maluku Utara.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang melayani dua provinsi dan menjangkau 22 kabupaten/kota, Bank Maluku Malut memiliki posisi strategis dalam memastikan layanan pembiayaan bisa diakses hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

Dengan dukungan jaringan kantor yang tersebar di berbagai daerah, bank ini optimistis mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses modal.

Kehadiran KUR dinilai bukan sekadar menghadirkan akses pinjaman berbunga rendah, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi UMKM untuk naik kelas. Tambahan modal usaha yang mudah diakses diyakini dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta mendorong penciptaan lapangan kerja baru di daerah.

Penunjukan Bank Maluku Malut sebagai bank penyalur KUR ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) bersama Kementerian UMKM.

Melalui kerja sama ini, Bank Maluku Malut mengajak seluruh pelaku UMKM di Maluku dan Maluku Utara untuk memanfaatkan fasilitas KUR secara maksimal guna mengembangkan usaha produktif.

Dengan kembalinya program KUR, harapan besar pun muncul. Tidak hanya untuk memperkuat sektor UMKM, tetapi juga untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara lebih merata di Maluku dan Maluku Utara. (ji2)