Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar. (Ist)

Bank Maluku Malut Matangkan Susunan Pimpinan, Sejumlah Jabatan Strategis Segera Terisi

100

Ambon, JejakInfo.id – Perombakan struktur manajemen tengah bergulir di tubuh Bank Maluku Malut. Sejumlah posisi penting yang selama ini masih kosong atau diisi pelaksana tugas kini mulai diproses untuk segera diisi secara definitif.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi organisasi, seiring dorongan ekspansi bisnis yang terus meningkat. Beberapa jabatan strategis yang dimaksud mencakup posisi komisaris, direktur keuangan, dua kepala divisi, hingga kepala Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR).

Direktur Utama Syahrisal Imbar mengungkapkan bahwa proses pengisian jabatan komisaris dan direktur keuangan sebenarnya sudah memasuki tahap lanjutan. Kedua posisi tersebut telah dibahas dan disepakati dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Untuk posisi komisaris, nama Faizal Kilian telah mengerucut dan kini tinggal menunggu hasil uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan. Tahapan ini menjadi pintu terakhir sebelum penetapan resmi dilakukan.

Sementara itu, kursi Direktur Keuangan akan diisi oleh Zulfikar, sosok yang diusulkan oleh Bank DKI sebagai pemegang saham strategis. Prosesnya kini masih menanti jadwal uji kelayakan dari OJK. Posisi ini terbilang krusial karena akan membawahi sektor-sektor vital seperti kredit, tresuri, hingga pengelolaan akuntansi dan pajak.

Di sisi lain, manajemen juga tengah menyiapkan mekanisme seleksi untuk jabatan internal lainnya. Dua kepala divisi dan satu kepala SKMR akan ditentukan melalui proses asesmen yang melibatkan lembaga independen.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 50 kandidat dari berbagai lini, mulai dari kepala cabang hingga cabang pembantu akan mengikuti proses ini. Skema tersebut dirancang untuk menjaring figur terbaik sekaligus memastikan transparansi.

“Proses asesmen ini penting untuk menghindari konflik kepentingan, termasuk praktik suka atau tidak suka,” tegas Syahrisal Imbar.

Dengan langkah ini, manajemen berharap struktur organisasi menjadi lebih solid dan profesional. Pengisian jabatan secara definitif diyakini akan memperkuat kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap bank daerah kebanggaan Maluku dan Maluku Utara tersebut. (ji1)