-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Langgur, JejakInfo.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tidak ingin bantuan sarana perikanan berhenti sebatas penyerahan peralatan.
Nelayan dan pembudi daya rumput laut juga disiapkan pendampingan gratis serta pelatihan keterampilan agar bantuan yang bersumber dari APBD 2026 benar-benar berdampak pada peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara, Ruslan Ingratubun, menegaskan bahwa persoalan sektor perikanan tidak cukup diselesaikan dengan menyediakan sarana dan prasarana. Kemampuan sumber daya manusia (SDM), keterampilan teknis, serta etos kerja para pelaku usaha juga menjadi faktor penentu keberhasilan.
“Permasalahan kita untuk pengembangan perikanan tangkap ini bukan hanya persoalan sarana prasarana, tetapi sumber daya manusia (SDM) nelayan dan pembudi daya juga,” ujar Ruslan seusai penyerahan bantuan sarana penangkapan ikan dan budi daya rumput laut di pelataran parkir Dinas Perikanan Maluku Tenggara, Senin (26/10/2026).
Menurut Ruslan, peralatan yang memadai tidak akan memberikan hasil maksimal apabila penerimanya belum memiliki keterampilan yang cukup untuk mengelola usaha perikanan. Karena itu, bantuan harus disertai pembinaan agar dapat dimanfaatkan secara efektif dan sesuai peruntukannya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Dinas Perikanan Maluku Tenggara telah mengerahkan penyuluh berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mendampingi nelayan dan pembudi daya rumput laut secara langsung di lapangan.
Pendampingan ini diarahkan untuk memperbaiki teknik budi daya, meningkatkan kemampuan mengelola usaha, serta membangun kedisiplinan dan etos kerja para penerima bantuan.
Tak hanya mengandalkan penyuluhan, Dinas Perikanan juga telah menggelar pelatihan sektor perikanan tangkap dan budi daya rumput laut sepanjang 2026.
Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan teknis, sedangkan pendampingan berkelanjutan diharapkan membantu masyarakat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kegiatan usaha sehari-hari.
“Pendampingan untuk etos kerja, pelatihan untuk mengentaskan permasalahan keterampilan atau skill budidaya yang masih rendah,” kata Ruslan.
Ia berharap perpaduan bantuan sarana, pelatihan, dan pendampingan mampu memperkuat kemampuan nelayan serta pembudi daya rumput laut dalam mengembangkan usaha mereka.
Dengan dukungan tersebut, hasil tangkapan nelayan dan produksi rumput laut diharapkan meningkat secara berkelanjutan. Pada akhirnya, program ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan peralatan kerja, tetapi juga memperkuat pendapatan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir Maluku Tenggara. (ji4)

