-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Semangat nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kembali menggema di Kota Ambon. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, secara resmi membuka rangkaian kegiatan peringatan Bulan Bung Karno, yang dipusatkan di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Maluku, kawasan Karang Panjang, Jumat (3/7).
Sejak pagi, sekretariat partai tampak ramai dipadati kader, simpatisan, dan masyarakat yang datang dengan antusias. Nuansa merah khas PDI Perjuangan berpadu dengan semangat kebersamaan yang terasa begitu kuat di setiap sudut lokasi kegiatan.
Bulan Bung Karno tahun ini diisi dengan beragam kegiatan yang tidak hanya bernuansa ideologis, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari lomba pidato dan orasi kebangsaan, bakti sosial, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis, seluruh rangkaian acara dirancang untuk menanamkan kembali semangat perjuangan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang diwariskan Sang Proklamator.
Suasana kekeluargaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Para kader dari berbagai tingkatan tampak berbaur tanpa sekat, menunjukkan bahwa semangat persatuan masih menjadi fondasi utama partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Dalam sambutannya, Benhur George Watubun menegaskan bahwa kondisi krisis keuangan dan tantangan fiskal yang sedang dihadapi saat ini tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan semangat perjuangan partai.
Menurutnya, justru di tengah situasi sulit seperti sekarang, nilai-nilai gotong royong harus semakin diperkuat.
“Meski dalam kondisi krisis keuangan sekarang ini, tidak menyurutkan langkah PDI Perjuangan melaksanakan seluruh kegiatan dan agenda partai,” tegas Benhur di hadapan kader dan simpatisan.
Politisi senior PDI Perjuangan itu menekankan, perjalanan panjang partai hingga mampu bertahan dan tetap kuat sampai hari ini tidak dibangun dengan kemewahan atau kekuatan materi semata, melainkan oleh solidaritas dan semangat kolektif seluruh kader.
Baginya, gotong royong adalah energi utama yang terus menjaga nyala perjuangan partai di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah.
“Krisis fiskal bukan hambatan bagi kita. Modal kita adalah gotong royong dan membuat partai kita eksis sampai hari ini,” ujarnya.
Pernyataan Benhur disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir. Bagi banyak kader, pesan tersebut bukan sekadar pidato seremonial, melainkan penegasan bahwa perjuangan politik harus tetap berpijak pada semangat kebersamaan dan pengabdian kepada rakyat.
Salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian dalam peringatan Bulan Bung Karno kali ini adalah lomba pidato dan orasi kebangsaan. Sebanyak 57 peserta ambil bagian dalam kompetisi tersebut, menampilkan kemampuan berbicara sekaligus gagasan mereka tentang nasionalisme, perjuangan rakyat, dan relevansi ajaran Bung Karno dalam kehidupan berbangsa saat ini.
Satu per satu peserta tampil dengan penuh percaya diri di hadapan dewan juri dan peserta lainnya. Ada yang menyampaikan pidato dengan lantang dan penuh semangat, ada pula yang tampil dengan pendekatan emosional yang menggugah.
Semangat kompetisi terasa kuat, namun tetap dibalut suasana persaudaraan yang hangat.
Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri yang memiliki kapasitas di bidang akademik dan pemerintahan, yakni Dr. Carolin Sasabone, M.Pd, Dr. Leunard Heppy Lelepary, M.Pd, dan Alex Robert Tutuhatunewa, SH, M.Si.
Selain kegiatan yang bersifat ideologis, PDI Perjuangan Maluku juga memastikan peringatan Bulan Bung Karno menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi sosial.
Sebagai bentuk kepedulian kepada kader dan masyarakat yang membutuhkan, Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku turut membagikan 450 paket sembako kepada kader dan peserta kegiatan.
Pembagian sembako ini disambut dengan penuh antusias. Wajah-wajah bahagia tampak dari para penerima bantuan yang merasa terbantu di tengah situasi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Tidak hanya itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian besar dari masyarakat. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka.
Bagi PDI Perjuangan Maluku, peringatan Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda tahunan atau seremoni politik belaka. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang refleksi untuk kembali meneguhkan komitmen perjuangan partai bahwa politik sejatinya harus hadir untuk rakyat.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, PDI Perjuangan Maluku ingin menegaskan bahwa ajaran Bung Karno tentang nasionalisme, persatuan, dan gotong royong tetap relevan di tengah tantangan zaman.
Di tengah berbagai dinamika sosial, ekonomi, dan politik, semangat Bung Karno diyakini tetap menjadi cahaya yang menuntun arah perjuangan bangsa.
Dan dari Karang Panjang, Ambon, semangat itu kembali digaungkan: bahwa perjuangan belum selesai, dan gotong royong tetap menjadi kekuatan terbesar untuk menjaga Indonesia. (ji1)




