Arahan penutupan Sidang ke-40 Jemaat GPM Ebenhaezer-Skip, Klasis Kota Ambon oleh Majelis Pekerja Klasis, Pnt. Roy Monggi. (Ist)

Bersatu dalam Pelayanan, Persidangan ke-40 Jemaat GPM Ebenhaezer Teguhkan Langkah Pelayanan 2026

79

Ambon, JejakInfo.id — Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Gedung Gereja Gloria, Air Kaki Setan, Negeri Soya, saat Persidangan ke-40 Jemaat GPM Ebenhaezer Klasis Kota Ambon resmi ditutup, Minggu (22/2) pukul 18.00 WIT.

Sejak dibuka pukul 11.00 WIT, persidangan berlangsung dalam semangat kebersamaan, keterbukaan, dan tanggung jawab iman.

Di bawah pimpinan Ketua Majelis Jemaat GPM Ebenhaezer, Pdt. Jonathan Siwalette, forum tertinggi jemaat ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum peneguhan komitmen pelayanan.

Dalam sidang yang berjalan dinamis dan demokratis, jemaat menyepakati 35 program pelayanan untuk tahun 2026 dengan anggaran berimbang sebesar Rp2.188.449.740. Selain itu, enam rekomendasi strategis turut ditetapkan sebagai arah pijakan pelayanan ke depan.

Pendamping persidangan, Pnt. Roy Monggi dari Majelis Pekerja Klasis, dalam arahan penutupan menegaskan pentingnya solidaritas dan keteguhan iman di tengah berbagai tantangan pelayanan.

Ia mengingatkan bahwa seluruh keputusan yang telah disahkan tidak boleh berhenti sebagai dokumen tertulis, melainkan harus diwujudkan dalam kerja nyata yang bertanggung jawab.

“Rekomendasi dan program yang telah diputuskan harus dijalankan dengan kesungguhan hati,” tegasnya, seraya mengajak seluruh pelayan dan warga jemaat tetap setia dalam panggilan pelayanan.

Apresiasi juga mengalir kepada panitia pelaksana yang dinilai mampu menjaga koordinasi dengan baik sejak awal hingga akhir persidangan. Ketua Panitia, Ibu Emma Titiheru, dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Majelis Jemaat yang telah mempercayakan Sektor 3, 4, dan 5 sebagai pelaksana kegiatan.

Para peserta dan undangan menghadiri acara penutupan persidangan.

Ia juga menyoroti kepedulian terhadap kesehatan peserta yang menjadi bagian penting dalam persidangan kali ini. Tim medis yang dipimpin dr. Lita Tarumasseli memberikan layanan pemeriksaan kolesterol, asam urat, gula darah, tekanan darah, hingga pengukuran berat badan. Para peserta menyambut layanan tersebut dengan penuh syukur, merasakan perhatian gereja yang menyentuh aspek rohani sekaligus jasmani.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dalam kebaktian yang dilayani Pdt. M. Pattirane. Dalam suasana ibadah yang khidmat, peserta diajak menyatu hati menghadap Tuhan, menyadari bahwa setiap keputusan yang diambil adalah bagian dari tanggung jawab sebagai keluarga Allah yang dipanggil untuk melayani dengan tekun dan setia.

Dengan berakhirnya persidangan ke-40 ini, Jemaat GPM Ebenhaezer-Skip Klasis Kota Ambon kini bersiap memasuki tahap implementasi pada tahun pelayanan 2026.

Harapan besar digantungkan agar seluruh keputusan dan rekomendasi yang telah ditetapkan benar-benar menghadirkan pertumbuhan iman dan berkat nyata bagi jemaat.

Sebagaimana moto yang terus dihidupi, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan,” jemaat melangkah dengan keyakinan bahwa setiap karya pelayanan akan berbuah seturut kehendak-Nya. (Pnt. Dr. Betty Sahertian, M.Kes)