-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun (BGW), menegaskan tekadnya mengembalikan kejayaan olahraga Maluku, khususnya sepak bola, yang selama ini dikenal melahirkan banyak pemain berbakat di tingkat nasional.
Menurut BGW, Maluku memiliki sejarah panjang sebagai gudang talenta sepak bola. Namun ironisnya, hingga kini belum ada klub asal Maluku yang mampu bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional. Kondisi itu dinilai tertinggal dibandingkan Maluku Utara yang telah memiliki klub kebanggaan, FC Malut United.
Sebagai upaya membangkitkan gairah sepak bola daerah, PDI Perjuangan Maluku menggelar turnamen bergengsi Soekarno Cup. Ajang ini diproyeksikan menjadi wadah pencarian bibit-bibit muda potensial dari berbagai daerah di Bumi Raja-Raja.
Antusiasme peserta pun terbilang tinggi. Sebanyak 88 klub tercatat telah mendaftarkan diri. Mereka berasal dari lima kabupaten, yakni Maluku Tengah, Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT), Buru, dan Buru Selatan (Bursel).
“Sistem pertandingan akan dimulai dari tingkat kabupaten. Para juara di daerah nantinya akan bertanding di tingkat Provinsi Maluku,” ujar BGW, Jumat (8/5).
Sementara untuk wilayah Tenggara Raya, BGW yang juga Ketua DPRD Maluku itu mengatakan proses konsolidasi masih dilakukan guna memastikan kesiapan seluruh peserta sebelum kompetisi dimulai.
Di balik semangat besar membangun sepak bola Maluku, BGW mengakui masih ada persoalan mendasar yang membayangi perkembangan atlet lokal, yakni minimnya infrastruktur olahraga. Banyak daerah, terutama di tingkat kabupaten dan kota, masih kekurangan lapangan dan fasilitas penunjang yang layak.
Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan serius bagi para pemain muda untuk berkembang dan bersaing secara profesional.
Karena itu, BGW berharap Soekarno Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga momentum untuk mendorong perhatian lebih besar terhadap pembangunan sarana olahraga di Maluku.
“Harapannya, ini bukan sekadar turnamen musiman. Dari sini harus lahir kebangkitan sepak bola Maluku dan klub-klub lokal yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional,” tegasnya. (ji1)

