Penasehat Ahli Kepala SKK Migas, Derek Loupatty, SH., MH (depan kanan), saat menghadiri RDP bersama Komisi XII DPR RI. (Dok)

Blok Masela Titik Awal Kebangkitan Ekonomi Maluku

82

Ambon, JejakInfo.id — Harapan besar terhadap masa depan perekonomian Maluku segera memasuki babak baru. Proyek strategis nasional Blok Masela dijadwalkan memasuki tahap konstruksi melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada pertengahan Juli 2026, yang rencananya akan dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Momentum bersejarah itu juga dijadwalkan dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia yang juga putra terbaik kelahiran Banda Naira, Provinsi Maluku. Dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp339 triliun hingga Rp352 triliun atau sekitar US 21 miliar, Blok Masela menjadi salah satu proyek migas terbesar yang pernah dibangun di Indonesia.

Penasehat Ahli Kepala SKK Migas, Derek Loupatty, SH., MH, mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk memberikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan Blok Masela bukan sekadar proyek migas, tetapi juga menjadi peluang besar yang akan menggerakkan roda perekonomian daerah.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebijakan fiskal, kehadiran proyek ini akan menjadi lumbung ekonomi baru bagi Maluku. Pelaku usaha lokal, kontraktor, UMKM, hingga masyarakat akan memperoleh kesempatan untuk ikut terlibat dalam proses pembangunan," ujar Loupatty kepada JejakInfo.id di Ambon.

Ia meyakini, manfaat proyek ini tidak hanya dirasakan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai lokasi utama pembangunan, tetapi juga akan memberi dampak ekonomi bagi Kabupaten Maluku Barat Daya hingga Provinsi Maluku secara keseluruhan. Dan harapan Provinsi Maluku keluar dari ketertinggalan itu akan nyata.

Karena itu, Sekretaris Bidang Organisasi DPP Partai Golkar tersebut mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan mendukung kelancaran pelaksanaan proyek strategis nasional itu.

Loupatty menjelaskan, sebagaimana dikutip Mahatva.id, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto telah menyampaikan bahwa persiapan di lokasi acara juga terus dimatangkan dengan menyesuaikan desain dan skenario kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang dijadwalkan memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama proyek tersebut pada pertengahan Juli 2026.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dan Penasehat Ahli Kepala SKK Migas, Derek Loupatty, SH., MH.

"Berdasarkan pernyataan Kepala SKK Migas itu, Bapak Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin langsung prosesi groundbreaking sebagai penanda dimulainya fase konstruksi fisik atau pekerjaan awal (early work) seperti pembangunan akses jalan dan kawasan fasilitas LNG darat di Pulau Yamdena," katanya.

Loupatty, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DEPINAS SOKSI menyebut, menjelang pelaksanaan acara, berbagai persiapan terus dikebut. Sebanyak 93 ton logistik telah mulai diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Logistik tersebut terdiri atas tenda, karpet, genset, pendingin ruangan (AC), serta berbagai perlengkapan penunjang lainnya. Sebagian dikirim melalui jalur udara, sedangkan sisanya diberangkatkan menggunakan jalur laut.

"Logistik dari Bandara Soekarno-Hatta saat ini sedang dalam proses pengiriman ke Saumlaki. Totalnya sekitar 93 ton yang terdiri dari tenda, karpet, genset, AC, dan berbagai perlengkapan lainnya. Sebagian juga dikirim melalui jalur laut," jelas putra asal Beinusa Amalatu, Negeri Tuhaha, Maluku itu.

Selain pengiriman logistik, berbagai persiapan teknis di lokasi juga terus dimatangkan, termasuk penyesuaian desain acara dan skenario pengamanan menjelang kedatangan Presiden.

"Kami berharap seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal sehingga pelaksanaan groundbreaking Proyek Masela dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses," tutup alumnus SMA Katolik Masohi angkatan 1987 tersebut. (ji1)