-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id – Kepercayaan yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, kepada putra terbaik Maluku untuk menduduki jabatan strategis di tingkat nasional mendapat apresiasi luas.
Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Negosiasi, Diplomasi, dan Kerja Sama Mineral dan Batubara, Dr. Michael Wattimena, S.E., S.H., M.M., menilai penunjukan Rilke Jeffri Huwae sebagai Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian ESDM merupakan langkah besar yang patut diapresiasi masyarakat Maluku.
Michael Wattimena yang akrab disapa BMW menegaskan bahwa kehadiran sosok putra daerah dalam posisi penting seperti ini bukan sekadar kebanggaan simbolis, melainkan juga membawa harapan baru bagi pengelolaan sumber daya alam yang lebih tertib dan berpihak pada kepentingan daerah.
“Ini momentum penting bagi Maluku. Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Menteri ESDM karena telah memberikan kepercayaan besar kepada putra Maluku untuk menduduki posisi strategis ini,” ujar BMW kepada awak media di Ambon, Rabu (24/6).
BMW menjelaskan, sejak kementerian yang membidangi energi dan sumber daya mineral berdiri pada 11 September 1945, lembaga tersebut telah mengalami beberapa perubahan nama. Namun, menurutnya, pembentukan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum menjadi babak baru dalam pengawasan dan penindakan sektor pertambangan nasional.
Yang lebih membanggakan, jabatan penting itu kini dipercayakan kepada seorang putra asli Maluku.
“Pak Dirjen Gakkum ini adalah putra asli Maluku dan menjadi figur pertama dari Maluku yang memimpin direktorat ini. Meski Ditjen Gakkum baru berusia satu tahun, langkah-langkah konsolidasi dan gebrakan penegakan hukum sudah terlihat nyata,” ungkap mantan Wakil Ketua Komisi V dan IV DPR RI tersebut.
Kehadiran Dirjen Gakkum ESDM di Maluku dalam beberapa hari terakhir juga menjadi sorotan. Pada Rabu (24/6), Rilke Jeffri Huwae didampingi BMW melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., beserta jajaran.
Pertemuan tersebut membahas efektivitas pengelolaan usaha pertambangan di Provinsi Maluku, termasuk tata kelola serta penguatan regulasi agar pengelolaan sumber daya mineral berjalan lebih baik dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, agenda penting lainnya adalah koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Maluku terkait penanganan persoalan pertambangan, khususnya kasus tambang emas di Gunung Botak.
BMW mengungkapkan, publik juga menaruh perhatian besar terhadap langkah tegas aparat penegak hukum dalam menyelesaikan polemik pertambangan emas ilegal yang selama ini menjadi persoalan serius di Maluku.
“Besok Pak Dirjen bersama Pak Kajati Maluku akan mengumumkan penetapan tersangka terkait pengelolaan tambang emas Gunung Botak,” katanya.
Bagi BMW, penunjukan putra Maluku pada jabatan strategis di pemerintah pusat harus dimaknai lebih dari sekadar pencapaian personal. Ini adalah harapan agar semakin banyak putra-putri Maluku hadir dalam lingkar pengambilan kebijakan nasional.
Menurutnya, saat ini jumlah putra Maluku yang menduduki jabatan eselon tinggi di pemerintah pusat masih sangat terbatas.
“Kita berharap ke depan semakin banyak putra Maluku yang dipercaya mengisi posisi strategis di pemerintah pusat. Dengan begitu, akan ada lebih banyak program dan kebijakan yang memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Maluku,” tandasnya.
BMW pun menutup pernyataannya dengan apresiasi khusus kepada Menteri ESDM.
“Kita terus memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pak Menteri. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah,” kuncinya. (ji1)


