Bung Michael Wattimena melakukan anjangsana dengan para alumni SMA Kristen YPKPM Ambon, Jumat (30/12). Dalam silaturahmi itu, ia memohon doa restu untuk bertarung kursi DPR RI dapil Maluku. (Ist)

BMW Minta Restu Alumni SMA Kristen YPKPM Ambon, Siap Kembali Bertarung ke Senayan

46

Ambon, JejakInfo.id — Pemilu 2029 memang masih beberapa tahun lagi. Namun, geliat politik menuju pesta demokrasi nasional mulai terasa di Maluku. Sejumlah figur politik mulai membangun komunikasi, merajut dukungan, sekaligus memperkenalkan langkah politik mereka kepada masyarakat.

Salah satu figur yang mulai bergerak adalah Bung Michael Wattimena atau yang akrab disapa BMW. Politisi asal Maluku ini mulai membuka komunikasi dengan para alumni SMA Kristen YPKPM Ambon. Dalam pertemuan tersebut, BMW secara terbuka menyampaikan niatnya untuk kembali mengabdikan diri bagi Maluku melalui jalur politik nasional.

Pertemuan berlangsung di Resto Dua Ikan, Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Jumat (30/10/2026).

Sebelum melakukan anjangsana dengan para alumni, BMW terlebih dahulu menghadiri sekaligus membuka kegiatan Soccer Robotic Competition yang diselenggarakan SMA Kristen YPKPM Ambon. Setelah itu, ia melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi bersama keluarga besar alumni sekolah tersebut.

Dalam pertemuan itu, BMW berbagi cerita mengenai perjalanan karier dan jabatan yang kini diembannya. Ia mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya di tingkat nasional.

BMW mengaku bangga mendapat kesempatan berkolaborasi dengan Bahlil dalam membangun bangsa dan negara. Terlebih, menurutnya, Bahlil merupakan putra Maluku yang tumbuh dan besar di Papua.

Saat ini, BMW menjabat sebagai Komisaris Pertamina International Shipping. Dengan pengalaman politik selama dua periode sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Papua Barat, ia mengaku telah membangun jaringan dan komunikasi politik di tingkat pusat.

Namun, ada satu pesan penting yang disampaikan BMW dalam pertemuan tersebut. Ia mengaku mendapat arahan langsung dari Bahlil, yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar, untuk kembali ke Maluku dan mempersiapkan diri sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2029.

"Saya diminta oleh Pak Bahlil untuk calon dari Maluku. Karena itu, saya datang ke sini untuk memohon restu dari Bapak-Ibu, para alumni SMA Kristen Ambon," ungkapnya.

BMW menilai Maluku masih membutuhkan kekuatan politik yang lebih besar di tingkat nasional. Menurut dia, keterbatasan keterwakilan daerah di DPR RI menjadi salah satu tantangan dalam memperjuangkan berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat Maluku.

Ia menyoroti bahwa Maluku hanya memiliki empat kursi DPR RI, sementara lembaga tersebut memiliki 13 komisi. Kondisi itu, menurutnya, membuat keterwakilan Maluku tidak dapat menjangkau seluruh bidang secara langsung.

"Dari sisi kekuatan politik, kuota kursi DPR RI hanya empat. Sementara di DPR RI itu ada 13 komisi. Sembilan komisi kita tidak punya. Di situlah kelemahan yang ada pada kita," ujarnya.

Berbekal pengalaman dua periode di Senayan, BMW mengaku telah membangun jaringan komunikasi dengan sejumlah tokoh politik nasional. Ia berharap pengalaman dan relasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan Maluku apabila kembali mendapat kepercayaan sebagai wakil rakyat.

Ia bahkan mengaku selama ini komunikasi dengan rekan-rekannya di Senayan selalu terbuka ketika dirinya memperjuangkan bantuan bagi daerah.

"Karena itu, Ketum Pak Bahlil, saya ada di sini sekaligus memohon doa restu dari Bapak-Ibu semua. Niatnya semata-mata untuk mengabdikan diri bagi Maluku," tegasnya.

Di hadapan para alumni, BMW juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan solidaritas sesama keluarga besar SMA Kristen YPKPM Ambon. Baginya, kebersamaan alumni tidak boleh hanya terbangun karena kepentingan politik atau dukungan terhadap figur tertentu, tetapi harus menjadi kekuatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi almamater.

Ia menegaskan dirinya tidak ingin dipandang sebagai sosok yang berbeda hanya karena jabatan dan posisi yang kini dipercayakan kepadanya.

"Saya bukan siapa-siapa. Saya bukan apa-apa. Saya hanya Michael Wattimena, yang dikenal seperti ini dari dulu sampai sekarang. Apa gunanya kita kalau tidak bale muka lia orang sudara. Semuanya itu par Maluku pung bae," pungkasnya.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah awal BMW membangun komunikasi dengan lingkungan sosial dan almamaternya di Maluku. Di tengah semakin dekatnya tahapan politik menuju 2029, permohonan restu kepada para alumni menjadi penanda bahwa ia mulai membuka kembali ruang pengabdian politiknya di tanah kelahiran. (ji1)