-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id – Komitmen pemerintah menghadirkan infrastruktur yang merata hingga ke wilayah kepulauan terus diwujudkan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku kini mempercepat pembangunan sejumlah jembatan gantung di Pulau Buru dan Pulau Ambalau sebagai bagian dari upaya membuka akses yang lebih aman, cepat, dan layak bagi masyarakat.
Langkah percepatan tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Kepala BPJN Maluku, Selasa (4/8/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
Rapat dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPJN Maluku, Muhammad Ulwan Talaohu, didampingi Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Mezack Ruhulessin, serta Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Maluku, Julia Olivia Joris, bersama jajaran teknis lainnya.
Dalam pembahasan tersebut, BPJN Maluku menitikberatkan perhatian pada kesiapan pelaksanaan konstruksi, penguatan koordinasi antarpihak, serta penyelesaian berbagai aspek teknis yang menjadi penentu kelancaran pekerjaan di lapangan. Seluruh paket pekerjaan dievaluasi secara menyeluruh agar pembangunan dapat berlangsung tepat waktu dengan kualitas yang sesuai standar.
Beberapa proyek strategis yang menjadi fokus pembahasan meliputi pembangunan bangunan bawah Jembatan Gantung Desa Waelana–Lana di Pulau Buru, pembangunan bangunan bawah Jembatan Gantung Desa Elara di Pulau Ambalau, serta pengadaan rangka bangunan atas Jembatan Gantung Pulau Buru.
Pembangunan jembatan gantung tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi. Kehadiran jembatan diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, meningkatkan keselamatan perjalanan warga, sekaligus memperlancar mobilitas hasil pertanian, perikanan, dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi masyarakat di Pulau Buru dan Pulau Ambalau, akses yang lebih baik akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Distribusi barang dan jasa menjadi lebih efisien, pelayanan pendidikan dan kesehatan semakin mudah dijangkau, serta hubungan antarwilayah dapat terjalin lebih baik.
BPJN Maluku menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap tahapan pembangunan agar seluruh paket pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target. Pengawasan yang intensif juga dilakukan guna memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga sehingga jembatan yang dibangun mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Melalui percepatan pembangunan ini, BPJN Maluku berharap konektivitas di kawasan kepulauan semakin kuat dan mampu mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di Provinsi Maluku. Dengan akses yang semakin terbuka, diharapkan roda perekonomian masyarakat bergerak lebih cepat, pelayanan publik meningkat, dan kesejahteraan warga di daerah terpencil terus bertumbuh. (ji2)

