-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id — Kompetisi Soccer Robotic Competition 2 on 2 yang digelar SMA Kristen YPKPM Ambon bukan sekadar ajang adu kemampuan mengendalikan robot. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kreativitas, membangun kerja sama, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan teknologi di masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Komite SMA Kristen YPKPM Ambon, Dr. Michael Wattimena, S.E., S.H., M.M., saat memberikan sambutan dalam pembukaan kompetisi robotik yang mengusung tema “Membangun Generasi Inovatif, Kreatif, dan Berdaya Saing Global.”
Di hadapan para peserta, pria yang akrab disapa BMW itu menegaskan bahwa perkembangan teknologi, robotika, dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berlangsung begitu cepat. Karena itu, generasi muda Maluku tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus berani mengambil peran sebagai pencipta inovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Hari ini kita tidak hanya menyaksikan sebuah perlombaan Soccer Robotic. Lebih dari itu, kita sedang menyaksikan lahirnya ide dan gagasan besar, tumbuhnya kreativitas, serta munculnya calon-calon inovator masa depan Maluku," ujarnya.
Tenaga Ahli Menteri ESDM itu mengaku optimis, bahwa anak-anak muda yang mengikuti kompetisi tersebut merupakan bagian dari generasi yang kelak akan membawa perubahan bagi Maluku dan Indonesia.
Menurutnya, kompetisi robotik mengajarkan banyak hal, mulai dari perencanaan, pemrograman, kedisiplinan hingga kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.
Dalam pertandingan 2 on 2, setiap peserta dituntut membangun koordinasi dengan rekan satu tim untuk menghadapi lawan. Nilai kerja sama inilah yang dinilai penting, bukan hanya dalam perlombaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
BMW mengingatkan bahwa keberhasilan tidak datang hanya karena seseorang memiliki mimpi. Kesuksesan membutuhkan keberanian, disiplin, kerja keras, serta kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta agar tidak takut menghadapi kegagalan. "Kalau hari ini robot kalian belum bergerak sempurna, perbaiki. Kalau program kalian belum berhasil, coba lagi. Kalau hari ini belum menjadi juara, jangan menyerah. Sebab, kegagalan bukan akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan," pesannya.
Lebih jauh, Komisaris Pertamina International Shipping mendorong para peserta agar tidak sekadar bercita-cita menjadi juara dalam kompetisi robotik. Mereka harus memiliki mimpi lebih besar, yakni mampu menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Ia berharap, ke depan akan lahir inovasi robotik yang dapat membantu pekerjaan nelayan dan petani, mendukung pelayanan kesehatan, mengembangkan industri, serta mengoptimalkan potensi kekayaan alam Maluku.
Menurutnya, inovasi teknologi harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
"Jangan hanya bermimpi menjadi juara dalam kompetisi ini. Bermimpilah untuk menciptakan robot yang bisa membantu nelayan Maluku, petani Maluku, membangun teknologi kesehatan, mengembangkan industri daerah, bahkan menghasilkan inovasi yang dikenal di seluruh Indonesia dan dunia," tegasnya.
Pada kesempatan itu, BMW juga menyinggung perjalanan SMA Kristen YPKPM Ambon yang telah memasuki usia 70 tahun. Momentum tersebut, katanya, harus menjadi kesempatan untuk semakin memantapkan perencanaan dan meningkatkan kualitas program pendidikan.
Ia mengapresiasi prestasi siswa-siswi SMA Kristen YPKPM Ambon yang sebelumnya berhasil mengharumkan nama sekolah melalui kompetisi robotik internasional di Malaysia.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa Maluku memiliki kemampuan untuk tampil dan bersaing di panggung internasional apabila mendapatkan ruang, pembinaan, dan dukungan yang memadai.
BMW berharap kompetisi robotik yang untuk pertama kalinya diselenggarakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Sebaliknya, harus menjadi awal lahirnya tradisi inovasi dan pengembangan teknologi di lingkungan pendidikan Maluku.
"Sebagai kegiatan pertama, harus ada sesuatu yang kita tinggalkan sebagai legacy. Harus ada sesuatu yang dikenang dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyiapkan piala bergilir dan hadiah bagi para pemenang, termasuk juara kedua hingga harapan ketiga serta kategori top scorer.
Mengakhiri sambutannya, BMW mengajak seluruh peserta untuk memegang tiga prinsip penting: Dream Big, Work Hard, dan Never Give Up.
"Beranilah bermimpi besar, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, dan jangan pernah menyerah. Saya percaya, dari arena kecil kompetisi robotik hari ini, suatu saat akan lahir karya-karya besar yang mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional dan dunia," katanya.
Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, BMW secara resmi membuka Soccer Robotic Competition 2 on 2 SMA Kristen YPKPM Ambon.
"Today you build robots. Tomorrow you build the future. Hari ini kalian membangun robot, esok hari kalian membangun masa depan," tutupnya.
Sementara itu, Kepala SMA Kristen YPKPM Ambon, Donald Wolter Dias, S.Hut., menjelaskan bahwa kompetisi tersebut diikuti 54 peserta dari 26 sekolah tingkat SMP dan SMA di Kota Ambon.
Dari total peserta, sebanyak 28 orang merupakan siswa internal SMA Kristen YPKPM Ambon, sedangkan 26 peserta lainnya berasal dari sekolah-sekolah di luar SMA Kristen.
Dias mengungkapkan, penyelenggaraan kompetisi ini merupakan pengalaman pertama bagi sekolahnya. Bahkan, ketika undangan disampaikan kepada sekolah-sekolah peserta, masih banyak guru yang belum memahami secara mendalam permainan Soccer Robotic.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat pihak sekolah untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan pendidikan robotika di kalangan pelajar.
Ia menjelaskan, dukungan terhadap kegiatan robotik juga dilatarbelakangi keberhasilan siswa SMA Kristen YPKPM Ambon mengikuti kompetisi internasional di Malaysia. Dalam ajang tersebut, para siswa berhasil meraih medali perak pada kategori Code Mission atau pemrograman robotik, serta medali perunggu pada kategori Creative Robotic.
Menurut Dias, capaian tersebut menjadi motivasi untuk memperluas pembinaan robotika di lingkungan sekolah sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak siswa untuk mengenal teknologi dan mengembangkan kemampuan mereka.
Ia menambahkan, robotika bukan sekadar permainan atau hiburan. Di dalamnya terdapat unsur pendidikan yang kuat, seperti logika berpikir, kreativitas, pemecahan masalah, pemrograman, dan kerja sama tim.
Bahkan, pembelajaran robotika telah menjadi bagian dari pengembangan kurikulum pendidikan nasional sehingga perlu diperkenalkan dan dikembangkan secara lebih luas di lingkungan sekolah.
Kompetisi yang diikuti puluhan pelajar tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menumbuhkan minat terhadap teknologi sekaligus melahirkan generasi muda Maluku yang inovatif, kreatif, dan memiliki daya saing global.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengurus YPKPM Ambon, Alumni Angkatan 1988 SMA Kristen YPKPM Ambon, para guru, serta siswa-siswi peserta kompetisi. (ji1)

