-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id – Harapan masyarakat di pesisir barat Pulau Yamdena untuk menikmati akses jalan yang lebih layak kembali menguat. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) agar segera mengajukan usulan pembangunan ruas Jalan Nasional pesisir barat Pulau Yamdena yang menghubungkan Desa Batu Putih hingga Siwahan.
Ruas jalan tersebut dinilai memiliki peran strategis, bukan hanya membuka keterisolasian sejumlah wilayah, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat kesiapan infrastruktur pendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Dorongan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJN Maluku, David M. Samosir, saat menerima kunjungan Panitia Apel Akbar 10.000 Pemuda Katolik di ruang kerjanya di Ambon, Kamis (9/7).
David mengungkapkan, BPJN Maluku telah berulang kali berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar agar segera menyampaikan usulan resmi kepada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Menurutnya, langkah tersebut menjadi syarat utama agar pembangunan ruas Batu Putih–Siwahan dapat masuk dalam perencanaan pembangunan jalan nasional.
"Koridor Batu Putih–Siwahan sangat layak menjadi jalan nasional karena akan memperkuat konektivitas wilayah dan membuka peluang ekonomi masyarakat, terutama dalam mendukung pengembangan PSN Blok Masela," ujar David.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan nasional di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sejauh ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. BPJN Maluku telah menuntaskan pembangunan Trans Yamdena sepanjang 150 kilometer, jalan nasional di Pulau Selaru sepanjang 22 kilometer, serta ruas jalan di Pulau Larat sepanjang 50 kilometer.
Dengan capaian tersebut, perhatian kini diarahkan pada pembukaan akses di pesisir barat Pulau Yamdena yang selama ini masih membutuhkan dukungan infrastruktur agar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi dapat berjalan lebih efektif.
Menurut David, pembangunan jalan tidak semata menghadirkan sarana transportasi, tetapi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan yang memadai akan memperlancar distribusi logistik, membuka kawasan yang selama ini terisolasi, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus menciptakan peluang investasi baru.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan penuh masyarakat. Berdasarkan pengalaman BPJN menangani berbagai proyek nasional, persoalan sosial seperti pembebasan lahan dan minimnya dukungan warga masih kerap menjadi hambatan di sejumlah daerah.
Karena itu, BPJN mengajak pemerintah daerah, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pembangunan jalan sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
"BPJN tidak memiliki anggaran untuk ganti rugi di luar ketentuan. Karena itu kami berharap masyarakat mendukung pembangunan jalan dan jembatan, sebab manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui meningkatnya akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan investasi," kata David.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan konektivitas di daerah juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah guna mendukung swasembada pangan dan energi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Panitia Apel Akbar 10.000 Pemuda Katolik menyatakan siap menjadi mitra pemerintah dalam membangun komunikasi yang konstruktif dengan masyarakat.
Ketua Panitia, Costansius Kolatfeka, menegaskan pihaknya berkomitmen menjembatani aspirasi masyarakat sekaligus mendukung setiap program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi daerah.
Ia menyatakan organisasinya siap membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat pusat agar percepatan pembangunan jalan nasional di Maluku dapat segera diwujudkan.
Apabila usulan pembangunan ruas Batu Putih–Siwahan segera diajukan dan mendapat persetujuan pemerintah pusat, jalur pesisir barat Pulau Yamdena diproyeksikan menjadi koridor strategis baru yang menghubungkan kawasan-kawasan produktif masyarakat dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
Keberadaan jalan tersebut juga diyakini akan memperkuat kesiapan infrastruktur pendukung menjelang pengembangan PSN Blok Masela, salah satu proyek energi terbesar di Indonesia bagian timur yang diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Maluku pada masa mendatang. (ji1)


