Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menghadiri buka puasa bersama warga Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Rabu (4/3). (Ist)

Buka Puasa Bersama dan Gerakan Pangan Murah di Liang, Gubernur Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

15

Ambon, JejakInfo.id — Senja mulai turun di pelataran Masjid Jami Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (4/3).

Warga berdatangan membawa harap dan senyum, menyambut momen buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta sosialisasi keuangan.

Di tengah suasana Ramadhan 1447 H yang khidmat, kehadiran Gubernur Maluku menjadi penegas bahwa kebersamaan pemerintah dan rakyat bukan sekadar slogan.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman masjid itu dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, jajaran pimpinan OPD, perwakilan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Bank Indonesia, OJK, Satgas Pangan Polda Maluku, Aster Kasdam XV/Pattimura, Perum Bulog Maluku–Maluku Utara, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Negeri Liang. Kehadiran berbagai unsur ini memperlihatkan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum membentuk pribadi yang sabar, jujur, adil, dan penuh empati.

“Puasa harus melahirkan kepedulian sosial. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang, tanpa dibebani lonjakan harga kebutuhan pokok,” ujarnya.

Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah menyediakan berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga lebih terjangkau.

Langkah ini menjadi ikhtiar nyata menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap aman selama bulan suci. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadhan, intervensi pasar semacam ini menjadi penopang daya beli warga.

Tak hanya soal pangan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi keuangan. Pemerintah ingin masyarakat semakin cakap mengelola keuangan rumah tangga, agar penghasilan yang ada dapat dimanfaatkan secara bijak dan produktif.

Warga Negeri Liang menyambut antusias kegiatan tersebut. Sejak sore, pelataran masjid dipenuhi masyarakat yang memanfaatkan kesempatan membeli bahan pokok murah sekaligus bersilaturahmi. Kebersamaan terasa kental ketika azan magrib berkumandang dan seluruh hadirin duduk bersila menikmati hidangan buka puasa.

Momentum ini menjadi gambaran bahwa stabilitas harga dan kekuatan sosial berjalan beriringan. Di Negeri Liang, Ramadhan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga tentang solidaritas, kepedulian, dan hadirnya negara di tengah kebutuhan rakyat. (ji5)