Gubernur Hendrik Lewerissa dan Bupati Muhamad Thaher Hanubun menyaksikan proses Buka Sasi dan Panen Raya Taripang di Jemaat GPM Warbal Maluku Tenggara oleh Ketua MPH Sinode, Pdt. S. I. Sapulette, Sabtu (24/10). (Ist)

Buka Sasi dan Panen Raya Teripang di Warbal, GPM Dorong Kemandirian Ekonomi Jemaat

45

Langgur, JejakInfo.id — Tradisi adat dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir berpadu dalam kegiatan Buka Sasi dan Panen Raya Teripang di Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Warbal, Kabupaten Maluku Tenggara, Klasis Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni adat atau panen hasil laut. Lebih dari itu, Buka Sasi dan Panen Raya Teripang menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui Gerakan Keluarga Menanam, Melaut, Beternak dan Memasarkan (GKMBM).

Melalui gerakan tersebut, jemaat didorong untuk mengoptimalkan potensi alam yang tersedia di lingkungan mereka, mengembangkan usaha produktif, serta membangun kemandirian ekonomi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. S. I. Sapulette, mengapresiasi upaya Jemaat GPM Warbal yang telah menerjemahkan semangat GKMBM ke dalam kegiatan nyata.

Menurutnya, pengelolaan potensi sumber daya alam secara terarah dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat kehidupan ekonomi jemaat.

Ia berharap, langkah yang dilakukan masyarakat Warbal dapat menjadi inspirasi bagi jemaat-jemaat GPM lainnya untuk mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di wilayah masing-masing.

Namun, menurut Sapulette, keberhasilan program semacam ini membutuhkan kerja sama yang kuat. Gereja, pemerintah, dan masyarakat ohoi perlu berjalan bersama agar setiap potensi yang dimiliki daerah dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Gerakan Keluarga Menanam, Melaut, Beternak dan Memasarkan harus terus dikembangkan melalui kolaborasi nyata, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga dan jemaat,” demikian pesan yang ditekankan dalam pelaksanaan program tersebut.

Sapulette juga mengingatkan bahwa keberhasilan budidaya teripang di Warbal tidak boleh berhenti pada hasil panen saat ini. Pengelolaan sumber daya laut harus dilakukan secara berkelanjutan agar kekayaan alam tersebut tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Bagi masyarakat pesisir, laut bukan hanya sumber pangan, tetapi juga ruang kehidupan yang menopang ekonomi keluarga. Karena itu, pemanfaatannya membutuhkan tanggung jawab bersama, termasuk menjaga keseimbangan ekosistem dan menghormati aturan adat yang telah diwariskan leluhur.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga alam sekaligus merawat nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Lewerissa mengajak masyarakat untuk bangga terhadap budaya yang dimiliki dan terus mempertahankan tradisi lokal yang mengandung nilai kebersamaan, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap alam.

Menurutnya, semangat yang terkandung dalam tradisi sasi, pemanfaatan sumber daya alam tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada waktu untuk menahan diri, menjaga, dan memberikan kesempatan kepada alam untuk memulihkan potensinya sebelum hasilnya kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Nilai tersebut menjadi semakin relevan di tengah kebutuhan untuk meningkatkan pendapatan keluarga tanpa mengabaikan keberlanjutan sumber daya laut. Tradisi adat bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan juga pedoman yang dapat mendukung pengelolaan lingkungan secara bijaksana," ingatnya.

Pelaksanaan Buka Sasi dan Panen Raya Teripang di Ohoi Warbal pun memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Keduanya dapat saling mendukung ketika masyarakat, lembaga adat, gereja, dan pemerintah memiliki komitmen yang sama.

Sasi Menjadi Penjaga Alam sekaligus Penopang Ekonomi

Sementara itu, Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun menegaskan, tradisi sasi memiliki makna penting bagi masyarakat Maluku, termasuk masyarakat Kepulauan Kei.

Melalui aturan adat tersebut, kata Thaher, masyarakat mengenal batas dan waktu dalam memanfaatkan sumber daya alam, sehingga pemanfaatannya tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan sesaat.

Dalam konteks budidaya teripang di Ohoi Warbal, keberhasilan panen diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa sumber daya laut perlu dijaga agar tetap memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Di sisi lain, lanjut Thaher, pengembangan potensi teripang juga membuka ruang bagi penguatan usaha keluarga. Apabila dikelola secara konsisten, didukung pendampingan, serta dihubungkan dengan akses pemasaran yang memadai, hasil laut berpotensi menjadi sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

Karena itu, Thaher mengingatkan tantangan selanjutnya bukan hanya mempertahankan keberhasilan panen, melainkan memastikan kegiatan produktif tersebut terus berjalan, memberikan nilai tambah, dan menjangkau manfaat ekonomi yang lebih luas bagi keluarga jemaat.

Prosesi Buka Sasi diawali oleh Tuan Tanah Ohoi Warbal sebagai bagian dari penghormatan terhadap tata adat setempat. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa Buka Sasi dan Panen Teripang yang dipimpin Ketua MPH Sinode GPM, disaksikan langsung Gubernur Maluku dan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun.

Keterlibatan unsur adat, gereja, dan pemerintah dalam kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya kebersamaan dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pembangunan ekonomi masyarakat.

Dari Warbal, pesan yang mengemuka jelas: kekayaan alam akan memberikan manfaat lebih besar apabila dikelola dengan bijaksana, tradisi leluhur tetap dihormati, dan masyarakat diberi ruang untuk tumbuh mandiri.

"Melalui GKMBM, Jemaat GPM Warbal diharapkan tidak hanya mampu menjaga keberlanjutan sumber daya laut, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan menjadikan potensi lokal sebagai modal bagi kesejahteraan generasi mendatang," pesan Bupati Thaher. (ji5)