Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan rombongan tiba di Pelabuhan Ina Marina, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/4), sekira pukul 10.15 WIT. (Ist)

Bupati dan Ketua DPRD Sambut Kedatangan Gubernur di Ina Marina, Tanda Dimulainya Proyek Besar di Maluku Tengah

338

Ambon, JejakInfo.id — Suasana Pelabuhan Ina Marina, Kota Masohi, Selasa pagi (28/4), tampak berbeda dari biasanya. Deretan pejabat daerah telah bersiap sejak pagi, menanti kedatangan tamu penting yang membawa harapan baru bagi Maluku Tengah.

Tepat sekitar pukul 10.15 WIT, speedboat Seram Sea merapat. Di atasnya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama rombongan tiba setelah menempuh perjalanan dari Pelabuhan Mamokeng, Tulehu.

Kehadiran orang nomor satu di Maluku itu juga didampingi Komisaris Bank Maluku-Malut, Maichel Papilaya.

Ronbongan gubernur langsung disambut hangat oleh Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, Ketua DPRD Herry Man Carl Haurissa, Sekda Rakib Sahubawa, Kajari Masohi Herbert Hutapea, serta para pimpinan OPD.

Penyambutan berlangsung penuh keakraban, mencerminkan sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah. Dari pelabuhan, rombongan kemudian diarak menuju Lounussa Beach, tempat gubernur dan rombongan beristirahat sebelum agenda utama dimulai.

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Esok harinya, Rabu (29/4), Gubernur dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek besar di kawasan perkebunan Awaiya, Kecamatan Teluk Elpaputih. Proyek tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan Maluku Tengah.

Tak hanya gubernur, sejumlah pejabat penting juga direncanakan hadir, termasuk Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto dan perwakilan Kodam XV/Pattimura, menandai besarnya perhatian terhadap proyek ini.

Di balik seremoni itu, tersimpan ambisi besar: pembangunan dua fasilitas industri pengolahan hasil perkebunan dengan total investasi mencapai Rp640 miliar. Proyek tersebut mencakup pabrik pengolahan kelapa terintegrasi senilai Rp500 miliar serta pabrik pengolahan pala senilai Rp140 miliar. Seluruhnya berada di bawah naungan PTPN dan didukung pendanaan dari Danantara.

Kawasan yang akan dikembangkan pun tidak kecil. Dengan luas mencapai 8.836 hektar, proyek ini mencakup wilayah adat Negeri Waraka, Tananahu, dan Awaiya. Harapannya, pembangunan ini tidak hanya menghadirkan industri, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Lebih dari itu, proyek ini digadang-gadang menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Maluku Tengah. Mengubah hasil perkebunan yang selama ini dijual mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Kedatangan gubernur hari itu, dengan segala prosesi penyambutan, seakan menjadi penanda bahwa perubahan besar tengah bersiap dimulai dari tanah Seram. (ji1)