-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Dobo, JejakInfo.id — Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, melontarkan peringatan keras kepada para guru dan kepala sekolah yang tidak disiplin dalam menjalankan tugas. Mulai tahun depan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru akan menerapkan sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment) sebagai bagian dari pembenahan sektor pendidikan.
Kaidel menegaskan, guru dan kepala sekolah yang rajin, disiplin, serta konsisten hadir di tempat tugas akan mendapat penghargaan. Sebaliknya, tenaga pendidik yang mengabaikan tanggung jawabnya bakal dikenai sanksi tegas.
Kebijakan tersebut disampaikan Kaidel saat melantik kepala sekolah SD dan SMP di Aula BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, Jumat (23/10/2026).
“Mulai tahun depan, pada setiap peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Guru, kita akan berikan penghargaan kepada guru dan kepala sekolah yang konsisten hadir di tempat tugas,” tegas Kaidel.
Menurutnya, kedisiplinan tenaga pendidik merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Guru dan kepala sekolah tidak cukup hanya menyandang jabatan, tetapi harus menunjukkan tanggung jawab nyata dalam menjalankan tugas di sekolah.
Karena itu, Pemkab Kepulauan Aru tidak hanya menyiapkan penghargaan bagi mereka yang berprestasi, tetapi juga sanksi bagi tenaga pendidik yang tingkat kehadirannya rendah dan lalai menjalankan kewajiban.
“Kita juga akan memberikan hukuman kepada guru dan kepala sekolah yang abai terhadap tugas, serta yang tingkat kehadirannya rendah di sekolah,” tandasnya.
Tak berhenti pada pemberian penghargaan dan sanksi, Kaidel juga menginginkan adanya keterbukaan kepada masyarakat mengenai kondisi kedisiplinan tenaga pendidik di Kepulauan Aru.
Pemkab berencana mengumumkan secara terbuka nama-nama guru yang dinilai rajin dan disiplin pada momentum Hardiknas maupun Hari Guru. Langkah ini diharapkan menjadi motivasi bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan tanggung jawab sekaligus mendorong perbaikan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Namun, bagi kepala sekolah yang tidak menjalankan amanah, Kaidel memastikan tidak akan memberikan toleransi.
“Kita akan bacakan nama guru yang rajin di setiap momen Hardiknas dan Hari Guru. Khusus untuk kepala sekolah yang tidak menjalankan tugas, hari itu juga tamat riwayatmu sebagai kepala sekolah,” tegasnya.
Pernyataan keras tersebut menjadi sinyal bahwa Pemkab Kepulauan Aru ingin menjadikan disiplin sebagai salah satu tolok ukur utama dalam pengelolaan sekolah. Para guru dan kepala sekolah kini dituntut membuktikan komitmen mereka, bukan sekadar melalui jabatan, melainkan lewat kehadiran dan pelaksanaan tugas secara konsisten. (ji5)
